10 Ekor Ternak Sapi Distannak MURA Dijual Tanpa Izin

  • Whatsapp

MUSIRAWAS | LINGGAUUPDATE.COM – Sebanyak 10 ekor ternak sapi dijual tanpa izin oleh penggaduh (peternak). Hal tersebut diketahui atas Laporan Hasil Keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) pada Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak) Kabupaten Musi Rawas. Selasa (13/08).

Berdasarkan LHP BPK nomor 28.C/LHP/XVIII.PLG/05/2019. Laporan Hasil Stock Opname Inspektorat dan pengujian fisik yang dilaksanakan oleh Tim Pemeriksa BPK bersama dengan Kepala Seksi Pembibitan dan Produksi Distannak beserta staf pada tanggal 3 April 2019 menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah ternak sapi, yakni diketahui terdapat penjualan 10 ekor ternak sapi tanpa izin.

Berdasarkan perjanjian antara Distannak dengan masing-masing Penggaduh dan Kelompok Tani Ternak, ternak sapi digulirkan dengan tujuan agar dapat memberikan manfaat kepada masing-masing penggaduh. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa penggaduh yang menjual ternak sapi yang akan digulirkan tersebut.

Konfirmasi kepada Kepala Seksi Pembibitan dan Produksi Distannak menunjukkan bahwa penjualan sebanyak 10 ekor ternak sapi dilakukan tanpa seizin pihak Distannak.

Permasalahan tersebut mengakibatkan Persediaan ternak sapi pada Distannak berpotensi disalahgunakan dan merugikan daerah atas penjualan ternak sapi yang tidak sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Atas permasalahan tersebut, Bupati Musi Rawas menyatakan sependapat dengan hasil pemeriksaan dan akan menindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK.

Sementara itu, Tohirin selaku Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kabupaten Musi Rawas beralibi atau mengakui bahwa permasalahan tersebut terjadi sebelum OPD tersebut berganti nama dan fungsi nya.

“Itu terjadi sebelum Dinas Pertanian digabung dengan Peternakan. Masih era Dinas Peternakan dan Perikanan. Jadi saya tidak bisa kasih tanggapan, mohon maaf,” ujar Tohirin melalui pesan WhatsApp nya.

Dilanjutkan Tohirin bahwa serah terima dari Dinas Perikanan ke Peternakan baru dilakukan pada bulan September 2018.

“tapi untuk diketahui bahwa serah terima dari dinas perikanan ke kami (Distannak) baru dilakukan bulan September 2018. Kami hanya menerima jumlah sisa yang masih ada, yang lain – lain saya tidak bisa koment, terima kasih,” Tutup nya. (TIM)

Pos terkait