10 Sapi Dijual Peternak ,Kadis di Musirawas Saling Lempar Tanggung Jawab

  • Whatsapp

MUSI RAWAS | LINGGAUUPDATE.COM — Sebanyak 10 ekor sapi ternak milik Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distanak) Kabupaten Musi Rawas dijual oleh penggaduh (peternak) tanpa ada izin. Hal tersebut tertuang pada Laporan Hasil Keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) tahun 2018. Namun, Tohirin selaku Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak)  beralibi permasalahan tersebut terjadi sebelum OPD tersebut berganti nama dan fungsinya.

Berdasarkan steatment Tohirin diketahui hal tersebut ditemukan dijaman Bambang selaku Kadis diera Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), akan tetapi Bambang  mengakui bukan dijamannya. Hal tersebut jelas terkesan saling lempar tanggung jawab.
Sebelumnya,seperti diketahui,pernyataan Tohirin saat dimintai klarifikasi atas temuan BPK ia beranggapan,

“Itu terjadi sebelum Dinas Pertanian digabung dengan Peternakan. Masih era Dinas Peternakan dan Perikanan.Tapi untuk diketahui, serah terima dari Dinas Perikanan ke kami (Distannak) baru dilakukan bulan September 2018. Kami hanya menerima jumlah sisa yang masih ada, yang lain-lain saya tidak bisa komen,” Ujar Tohirin pada wartawan (13/8).

Sementara itu,Bambang beranggapan itu bukan terjadi bukan dijamannya.

“10 sapi dijual tanpa izin dan 2 sapi mati tanpa berita acara kematian,itu tu bukan dijaman saya.” Ujar Bambang saat dikonfirmasi wartawan Selasa,(20/8/2019).

Saat disinggung dimasa siapa mengenai temuan BPK, Bambang justru melibatkan Inspektorat untuk kepastian hal tersebut terjadi dijaman siapa.

“Steatment itu benar atau tidak,tolong tanya ke Inspektorat, bukan saya melempar. Tanya ke Inspektorat jawaban nya apa,” Pungkasnya.

 

(TIM)

Pos terkait