TIPIKOR Mura “Bidik” Proyek Irigasi Air Dulu, Kurang Volume Rp 446 Juta

  • Whatsapp

 

MURATARA | LINGGAUUPDATE.COM —SAAT Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Polres Musirawas, tengah “Membidik” Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Air Dulu di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang menelan dana sekitar Rp 3 milyar. Ternyata Proyek tersebut terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 446 juta, Hal ini diketahui bedasarkan data temuan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, Rabu (7/8/2019).

Belum lama ini, Indra Ali, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Air Dulu, pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Muratara, telah di Panggil pihak Penyidik TIPIDKOR Polres Musirawas guna dilakukan Pemeriksaan, untuk dimintai keterangan atas dugaan penyimpangan terkait proyek Irigasi tersebut. Menurut IPDA Khoiril, selaku Kanit TIPIKOR Polres Musirawas, saat ini Pembangunan Irigasi itu dibangun tanpa ada azas manfaatnya, sebab Air nya tidak bisa dialiri ke persawahan masyarakat, selain itu bangunanya juga terlihat kurang volume.

“Terkait proyek tersebut, kedepanya kita akan melakukan pemeriksaan secara maraton kepada oknum yang terlibat,” ungkap Kanit TIPIKOR Polres Musirawas.

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera selatan, di Nomor: 28.A/LHP/XVIII.PLG/05/2019. Bahwa, Peningkatan Jaringan Irigasi D.I Air Dulu, dibiayai melalui Dak Penugasan tahun anggaran 2018.

Sebagaimana, dalam kontrak Pekerjaan itu yang dilaksanakan oleh PT Bumi Putri Silampari, dengan Surat Perjanjiaan Nomor: 003/600/KONTRAK/PPK- 1AA/DPU-PR/V/2018, tanggal 9 Mei 2018, sebesar Rp 3 milyar, sewaktu dalam pelaksanaa pekerjaan tersebut mengalami Addedum atau satu kali tambah kurang volume pekerjaan, sedangkan pada tanggal 31 Mei 2018, Pekerjaan tersebut telah dibayar 100 persen sesuai nilai kontrak.

Informasi data LHP BPK, dari hasil reviu dokumen kontrak dan pemeriksaan fisik pada Proyek Irigasi Air Dulu, diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp 446 juta.

(Toding Sugara)

Pos terkait