Ala Surat Kuasa Milyaran Dana “Bansos” Mura Di Cairkan

  • Whatsapp

MUSI RAWAS — BERALASAN surat kuasa sesuai petunjuk dan aturan pihak Kementerian, keterangan dana senilai milyaran rupiah bantuan sosial “Bansos” dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, yang dikelolah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PERKIM) Musi Rawas (Mura) melalui Bank Sumsel Babel. Dicairkan, Kamis (16/4).

Hal ini, diketahui bedasarkan keterangan dari salah satu Oknum Bank Sumsel Babel di wilayah Muara Beliti, menjelaskan bahwa penarikan dana bantuan sosial yang ada di rekening masing – masing penerima, saat itu diambil bukan oleh penerima langsung melainkan pihak dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PERKIM) Mura.

“Benar, dana bansos itu ditarik oleh Oknum Dinas Perkim Mura, melalui surat kuasa dari atas nama penerima bantuan,” bebernya.

Terkait, bantuan sosial di Musi Rawas terkesan ada upaya untuk mengelabuhi masyarakat, sebab bantuan yang seharusnya berupa uang ternyata diterima masyarakat dalam berbentuk material bangunan.

Sebelumnya disampaikan, Abu Hanifah, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengatakan. Total dana bansos yang sudah disalurkan kepada 154 masyarakat tahun 2019, yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 2,6 milyar, dan Masing – masing orang menerima dana bantuan senilai Rp 17.500.000, per orang melalui transfer kerening penerima dari Bank Sumsel Babel.

“Dalam aturan, bantuan yang diterima harus berbentuk uang dan sesuai petunjuk mereka juga yang mengambil uang tersebut,” katanya.

Lanjut, Abu Hanifah, sesuai saran yang ditunjuk pihak Kementerian, bahwa 154 buku rekening itu disimpan oleh pihak Bank Sumsel Babel, dan setelah divalidasi semua buku rekning ditarik untuk diserahkan ke penerima.

“Persoalan buku, itu sudah Pis tupis antara Fasilitator yang ditunjuk dengan pihak Bank,” jelasnya.

Sesuai program dari Bupati Musi Rawas atas kerjasama dengan pihak Bank Sumsel Babel atas bantuan tersebut, sehingga Masing – masing penerima bantuan dikenankan biaya sekitar Rp 50.000, (Lima Puluh Ribu) untuk administrasi.

Diakui, Abu Hanifah. “Pemungutan biaya, kepada penerima, adalah bentuk Komitmen untuk biaya pembuatan buku rekening,” tegasnya. (Toding Sugara)

Pos terkait