APBD Muratara “Lenyap” SEKDA Buat Pernyataan

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — TAK jelasnya pengunaan uang APBD Muratara tahun anggaran 2020 yang diambil melalui Kas daerah (Kasda), terkesan “Lenyap” dan Sekretaris Daerah (Sekda), Alwi Roham, membuat surat pernyataan.

Tentang kekurangan atas penyaluran dana desa (DD) untuk Triwulan ke IV tahun 2020, dalam hal ini mewakili Pemerintah Muratara bahwa Sekda Muratara, Alwi Roham, bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muratara, Duman Fachsyal, mengeluarkan surat pernyataan soal dana itu akan disalurkan tahun ini 2021, surat dikeluarkan Tanggal 23 Desember 2020.

Kosong keuangan daerah di Kasda Muratara, itu menimbulkan polemik, antara Pemerintah dan sejumlah pihak mempertanyakan uang miliknya, seperti belum disalurnya dana DD tahap IV, dan Tiga bulan gaji milik BPD, Marbot dan Guru ngaji yang belum dibayar.

Sementara, informasi diterima melalui berbagai sumber menyebutkan bahwa ada puluhan milyar lebih dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2020, untuk Pembiayaan sejumlah proyek dan pekerjaan sudah selesai tak dibayar berakhir jadi hutang Pemerintah (SPH). Hal lain, Pencairan dana JKN tahun 2020 penanganan kesehatan di Muratara senilai Rp 3,8 Milyar tak jelas rimbanya, begitu juga Realisasi Dana Sertifikasi Guru (TPG) Triwulan IV tahun 2020 senilai Rp 3,3 Milyar itu tenyata tidak diberikan kepada masing-masing penerima dana, persoalan serupa Pencaiarn dana senilai Rp 1,9 Milyar untuk Biaya Siswa juga tak jelas.

Terkait, tidak jelasnya soal peruntukan sejumlah dana APBD tahun 2020. Dikatakan oleh SEKDA Muratara, Alwi Roham, juga selaku Ketua TAPD saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp yang terkirim dinomor.0813 – 68 – 310xxx, tidak banyak komentar dirinya menyarankan silahkan tanya langsung kepada BPKAD Muratara.

“Itu tupoksinya BPKAD, dan Masalah BPKAD lebih paham,” ungkap Ketua TAPD Muratara, Selasa (26/1/2021).

Permasalahan APBD Muratara tahun 2020, saat ini menjadi isu hot, bahkan menimbukan gaduh terjadi demontrasi dari Masyarakat menuntut hak -nya yang belum dibayar. (Toding Sugara)

Pos terkait