Aroma Busuk Duit Ikan Terabaikan

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — EKS Kadis Perikanan Mura, patut bersyukur kasus dugaan korupsi pengadaan ikan belum diungkap.***

Sejauh ini, belum diketahui alasan penyidik Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau tidak memproses kasus dugaan korupsi pengadaan ikan yang menyeret Mantan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Musirawas (Mura), Bambang Hariadi.

Sementara, Eks Kadis Perikanan Mura (Bambang) ketika dimintai tanggapan atas kasus menyeret dirinya melalui sambungan selulernya dinomor.081373772××× tidak diangkat, dikirim pesan WhatsApp sampai berita dilansir juga tidak ada jawaban alias bungkam, Selasa (17/8).

Diketahui, beberapa bulan lalu penyidik Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau telah mengundang sejumlah Pejabat Dinas Perikanan Mura untuk dimintai keterangan dalam pengadaan ikan, diantaranya Budi Kustianto, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bersama Evan Malik (Sekretaris).
Sebelumnya PPTK kepada LinggauUpdate.Com, mengatakan. Setahu dirinya, untuk harga pembeliaan ikan itu bedasarkan harga kesepakatan antara Eks Kadis Perikanan dengan Pengusahan kolam.

“Yang, bernegoisasi harga langsung pak Bambang Hariadi tanpa melibatkan saya”. Dijelaskan Budi Kusrianto, dalam pengadaan ikan pak Bambang Hariadi, merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) juga KPA dan PA.”Pelaksana melibatkan CV.Putri Chayani, yang ditunjuk langsung oleh PPK. Akuinya, rekanan itu Orang dekat Kadis,” beber Budi Kustianto.

Informasi data, melalui Alokasi anggaran untuk penanganan pandemi covid-19 tahun 2020 pada Dinas Perikanan Musirawas (Mura) terdapat Pengadaan Ikan sebanyak 42898 ton, dengan nilai dana sebesar Rp 5,2 milyar untuk disalurkan kepada Masyarakat di 14 Kecamatan sejumlah 21,449 KK, dalam pelaksanaan diduga terjadi penggelembungan harga ikan. Alias, kemahalan “Mark Up”. (Toding Sugara)

Pos terkait