Aspal Sepuluh Milyar, di Tanah Merah “Ajor”!

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — BELUM setahun Pengaspalan jalan diatas tanah merah, senilai Rp.10 milyar sudah mengalami kerusakan parah “Ajor”.***

Terhadap, pelaksanaan atas Pembangunan Link Jalan Poros Ketapat Bening – Air Bening – Mekarsari – Tanjung Raja di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD-Perubahan tahun 2020 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muratara, senilai Rp.10 milyar.

Diketahui, belum setahun Pembangunan jalan terlihat “Ajor”. Alias, sudah mengalami kerusakan sangat berat.

Informasi dihimpun, bahwa Rekanan sebagai pelaksana pembangunan jalan dalam proses tender proyek tersebut, dimenangkan oleh Perusahaan PT.INNEVO KARYA ANDESINDO beralamat di Lubuklinggau. Kasat mata, kerusakaan pada titik badan jalan dikarnakan minimnya kualitas bangunan, dan Pengaspalan jalan dilakukan diatas tanah merah disinyalir tanpa pekerjaan item pemadatan koral.

Sementara, kondisi kerusakan badan jalan baru dibangun hampir 90 persen atau Panjang kerusakan jalan kisaran 3 Kilometer, itu Baru-baru ini mendapat respon pedas dari Wakil Bupati (WABUB) Muratara, H.Inayatullah, mewakili Pemerintah dirinya tidak bisa terima hasil pekerjaan jalan dari PT.INNEVO KARYA ANDESINDO, meskipun Kegiatan masih status hutang Pemerintah atau dalam SPH.

“Bila tidak sesuai, meskipun proyek SPH. Jangan, berharap pekerjaan dibayar”. Tegas, WABUB meminta Dinas PUPR Muratara segera kroscek kerusakan jalan.”Untuk, pihak Rekanan. Jelas, tidak akan saya bayar dan serahkan ke Tim BPK,” Kecam, Inayatullah.

Atas, persoalan ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Indra Ali, angkat bicara kepada LinggauUpdate.Com, Sabtu (22/5). Menjelaskan, polemik kerusakan jalan disebabkan sejumlah kendaraan milik Perusahaan PT. GORBY PUTRA UTAMA, jenis Truk engkel (Roda 12) dengan bermuatan melebihi kapasitas atau Over Dimension Over Loading (ODOL) sering lalu lalang sehingga jalan rusak. Mestinya, mobil truk dari Perusahaan tidak diperbolehkan.

“Gara-gara, lalu lalang kendaraan berat PT.GORBY PUTRA UTAMA. Akhirnya, jalan baru dibangun jadi rusak”. Dikatakanya, bebas masuknya kendaraan berat dijalan baru dikarenakan pemasangan besi portal sudah hilang dilepas orang.”Kerusakan, akan diperbaiki. Itu, jalan masih pemeliharaan,” ujar Indra. (TIM)

Pos terkait