Azhari: “Dinas PUBM Mura, Tidak Pernah Menerima Dana Kompensasi Dari Perusahaan”

  • Whatsapp

MUSI RAWAS | LINGGAUUPDATE.COM —POLEMIK Penerimaan dana “Konpensasi” atas pemakaian jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, dari investor di daerah yang diterima Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Musirawas. Dibantah keras oleh Sekretaris PUBM Musirawas, AZhari, Jum’at (27/12/2019).

Dijelaskanya, bahwa Dinas PUBM Musirawas sampai saat ini tidak pernah mengeluarkan atau memberi izin terhadap Perusahaan manapun atas pemakian jalan milik Musi Rawas. Lanjut Sekretaris PUBM, untuk izin atau MOU itu dikeluarkan Dinas Perhubungan Musirawas.

“Satu Rupiah, pun Dinas PUBM Musirawas tidak pernah menerima dana kompensasi pemakai jalan dari investor,” akui Azhari, yang didampingi Kabid Bina Teknik PUBM, Alawiyah.

Sebelumnya, Disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Musirawas, Zulkifly Idris. Dirinya tidak mengetahui soal adanya dana kompensasi pengunaan jalan dari investor, sebab sampai saat ini BPKAD Musirawas tidak pernah mencatat maupun menerima laporan dari pendapatan dana itu.

“Sampai sekarang, BPKAD Musirawas tidah tahu adanya dana kompensasi itu,” ungkapnya.

Diterangkan, Zulkifly Idris, setahu dirinya untuk dana kompensasi atas pengunaan jalan itu, kalau tidak salah ada di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dan mereka yang mengelolanya.

“Saya belum tahu pasti, apakah di PUBM Musirawas ada pendapatan dana kompensasi, sebab sampai sekarang Dinas PUBM tidak pernah berkoordinasi,” cetus Kepala BPKAD Musirawas.

Dikutip, dari lanseran berita terbitan ANTARA, bahwa melalui nota kesepahaman antara Pemkab Musirawas dengan perusahaan migas PT Seleraya Merangin II sejak 2010 – 2011, terdapat dana kompensasi atas pengunaan jalan yang disetor PT Seleraya Merangin II ke Kas Daerah sebesar Rp 8,535 milyar, yang dihitung berdasarkan produksi minyak yang diangkut dengan besaran setoran Rp600 juta hingga Rp802 juta perbulan.

Dana yang diterima daerah itu, selanjutnya digunakan untuk perbaikan dan perawatan jalan yang dilewati oleh perusahaan tersebut.

Saat itu, karena dinilai menimbulkan keresahan serta protes masyarakat atas pengangkutan minyak mentah, sehingga Pemkab Musirawas telah menghentikan operasional perusahaan migas PT Serelaya Merangin II, mulai terhitung 23 Januari 2012, berdasarkan SK Bupati Musi Rawas No.100/11/I/2012, perihal penghentian pengangkutan minyak mentah oleh PT Seleraya Merangin II terhitung 23 Januari 2012. (Toding Sugara)

Pos terkait