Bandar Kakap “Lepas” Dari Vonis Seumur Hidup

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — TERDAKWA sepasang suami istri bandar narkoba kelas kakap, selamat dari jeratan hukuman penjara seumur hidup.***

Diketahui, suami istri disebut-sebut bandar kelas kakap yaitu, Edi alias Dit (41) dan Dial Sasmita (30) asal Kelurahan Sorulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara dalam persidangan pekan lalu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Linggau, Agrin Nico Reval, bersama Rianto Ade Putra, telah menuntut terdakwa seumur hidup. Namun putusan sidang vonis bandar kelas kakap, dengan Hakim Ketua, Faisal SH dan Hakim lainya di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Linggau, Kamis (3/6/2021) memilih tidak sejalan dengan tuntutan JPU berbeda jauh
“PN Lubuk Linggau, menjatuhkan kepada Terdakwa bandar bersama dua kurirnya hukuman 15 tahun penjara”. Selain, vonis 15 tahun kurungan penjara terdakwa dikenakan membayar denda senilai Rp.5 milyar atau subsider 6 bulan.

Menyikapi putusan hakim terhadap vonis 15 tahun penjara Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau, Welly Ade Chaidir, akan berkoordinasi bersama jajaranya guna langkah kedepan. “Kita pikir-pikir dulu, sesuai KUHP JPU punya waktu 7 hari kerja,” ucap Kepala Kejaksaan.

Sementara, Juru Bicara Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau, melalui Kasi Inteljen, Aan tomo, didampingi Kasi Pidum, Firdaus Affandi, mengatakan tuntutan seumur hidup sesuai barang bukti (BB) Narkoba jenis sabu ditemukan sekitar 2 kilo gram dan Hasil pengembangan atas pengakuan terdakwa sebelumnya mereka telah berhasil mengedarkan sejumlah barang haram ke pengguna.”Telah beredar, sabu seberat 3 Kilo gram dan Exstani (Inek) 6000 butir”. Artinya, terdakwa bandar narkoba pasangan suami istri dan kurirnya.”Merupakan, jaringan kelas kakap, dan Mereka telah menikmati hasilnya,” kata Jubir Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau.

Sisi lain, Kepala BNNK atau Badan Narkotika Nasional Kabupaten Musirawas (Mura), Hendra Amor, sangat menghormati putusan Hakim dan Persolan layak atau tidaknya vonis 15 tahun penjara ia rasa masyarakat mungkin bisa menilai sendiri. Pasalnya, perbuatan empat terdakwa.


“Ini, suatu kejahatan serius mengorbankan anak bangsa 10.000 jiwa. Soal, vonis hakim biarlah masyarakat menilai sendiri,” ujar Kepala BNN Mura. (Toding Sugara)

 

 

Pos terkait