Bayi Bukan Dibuang ,Namun Sang Ibu Tidak Tau Saat Melahirkan

  • Whatsapp

REJANG LEBONG —- Masyarakat Kecamatan Kota Padang Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu dan jagat dunia maya di Kabupaten Rejang Lebong khusunya kembali di hebohkan dengan adanya rumor yang beredar ada bayi di buang oleh ibunya di beberapa hari yang lalu.

Namun rumor dan isu bayi yang di buang itu tidak lah benar adanya ,setelah media ini mencari kebenaran cerita tersebut setelah media ini bertemu langsung dengan Kapolsek Kota Padang Iptu Gatot Herianto di dampingi Kanitreskrim Aipda Lubis SH ,Rabu 4 Agustus 2019 siang.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika melalui Kapolsek Kota Padang Gatot Herianto di dampingi Kanitreskrim Aipda Lubis SH mengatakan rumor yang berkembang itu tidaklah benar adanya (ada bayi yang di buang ) .

Itu tidak benar ,setelah kita melakukan penyelidikan di lapangan ,”kata Kanitreskrim Polsek Kota Padang.

Diceritakan Lubis pada kamis 26 Agustus 2019 sekitar pukul 07.00 pagi kita mendapatkan informasi ada bayi yang di buang orang ,mendapat info tersebut unit lidik Reskrim langsung mendatangi TKP .

TKP nya di Tran Lubuk Mumpo Desa Lubuk Mumpo setelah di cek ternyata bayi tersebut baru di lahirkan di belakang rumahnya saat sang ibu yang saat itu sedang hamil merasa hendak berak di belakang rumah .

Dijelaskanya ,Ibu bayi ini nama Desi Ratna Sari (19) dan sang ayah atas nama Dedi Sahputra(21) dan sang bayi di ketahui atas nama Deta Seteven .

Saat itu ,sang ibu merasa ingin buang air besar di kebun kopi di belakang rumah saat pulang ke pondoknya sang suami melihat sang istrinya banyak mengeluarkan darah dan seketika itu juga oleh suaminya sang istri langsung dibawa ke Puskesmas Kota Padang sekitar pukul 09.30 Wib pagi .

Lebih lanjut ,setibanya di Puskesmas Kota Padang Desi Ratna Sari langsung di bawa ke RSUD Curup dan pihak RSUD menyatakan jika ia telah melahirkan .

Sedangkan pengakuan suami istri tersebut belum melahirkan sehingga suami istri tersebut mengatakan bayinya telah hilang di jalan menuju rumah sakit dan pihak RSUD memberi teguran kepada pihak puskesmas kota Padang sehingga di lakukan pemeriksaan dengan mengikutsertakan bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Kota Padang pada Selasa 3 September 2019 sekira pukul 11.00 Wib ke rumahnya di Tran Lubuk Mumpo Desa Lubuk Mumpo dan dugaan tersebut benar ada ,”terang Kanit.

Saat kita cek kerumahnya bayi nya ada dan masih hidup hingga saat ini ,”ungkapnya.

Jadi bayi itu bukan di buang ,melainkan saat ibu bayi yang saat itu hamil dan kebelakang rumah untuk buang hajat tampa di sadari saat rasa hendak buang hajat bayinya lahir tampa di sadari oleh sang ibu ,mengingat umur kandunganya belum juga genap bulanya dan juga kedaaan ibu bayi ini saat itu kurang sehat badanya ,”jelas Lubis.

Jadi sekali lagi tidak ada bayi yang di buang ,kita juga memaklumi paktor kedua orang tua bayi ini jauh dari desa dan tinggal di pondok kebun dan juga paktor ekonomi dan paktor pendidikan membuat kedua orang tua bayi ini kurang pengetahuanya baik di bidang kesehatan ataupun di bidang pindidikan karena tinggal di kebun yang jauh dari desa ,”terangnya.

Saat ini kita belum bisa minta keterangan dari kedua orang tua bayi itu ,sebab sang ibu bayi kondisinya belum fit pasca melahirkan sedangkan sang ayah bayi itu ,saat ini pemikiranya belum stabil sebab saat di ajak bicara tidak nybung .

Sementara itu,Kepala Desa Lubuk Mumpo Herman membenarkan kedua orang tua bayi tersebut merupakan warganya .

“Ya warga saya itu ,tapi kita harap makllum kedua orang tuanya masih tinggal di kebun dan juga pengetahuanya masih dangkal karena lama tinggal di kebun ,”pungkasny .(MR Gondrong ).

Pos terkait