Belanja MakMin STQH Muratara Diduga “Tumpang Tindih” dan “Kangkangi” Aturan

  • Whatsapp

MURATARA | LINGGAUUPDATE.COM  – Diduga penganggaran belanja makanan dan minuman perhelatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist di bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Musi Rawas Utara (Muratara) telah “Kangkangi” ketentuan peraturan yang telah berlaku, Rabu (4/09).


Diketahui pada tahun anggaran 2019 selain menganggarkan Event Organizer STQH tingkat Provinsi Sumsel, bagian Kesra Muratara juga telah menganggarkan belanja Makanan dan minuman sebesar 421 juta.


Namun, walaupun dengan angka nominal 421 juta, bagian Kesra tidak melaksanakan tender kegiatan belanja makanan dan minuman tersebut melainkan menggunakan metode Penunjukan Langsung. Hal tersebut sangat tidak sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 16 tahun 2018.


Tak hanya itu, selain bagian kesra, Setda Muratara melalui bagian umum perlengkapan diketahui juga telah menganggarkan belanja makanan dan minuman STQH yang dipecah menjadi dua kegiatan, yakni belanja makanan dan minuman pembukaan STQH sebesar 200 juta dan belanja makanan dan minuman Penutupan STQH sebesar 180 juta.

Hal ini diduga adanya tumpang tindih penganggaran belanja makanan dan minuman pada event STQH Muratara.


Berdasarkan Perpres nomor 16 tahun 2018 pasal 2 poin d yang menyebutkan bahwa, Dalam melakukan pemaketan barang/jasa Dilarang. Memecah pengadaan barang/jasa menjadi beberapa paket dengan maksud menghindari tender/seleksi.

Disisi lain, Ipda Khoiril selaku Kanit Tipidkor Polres Musi Rawas mengungkapkan Tim nya saat ini sedang mengkaji dan mengkroscek anggaran Makmin pada Bagian Kesra senilai 421 juta serta Bagian Umum dan Perlengkapan Muratara senilai Rp 380 juta, tahun anggaran 2019.


“Untuk biaya Makmin, di Bagian kesra serta Umum dan perlengkapan Muratara. Masih kita kroscek dan kita pelajari,” ungkap IPDA Khoiril. Rabu (4/09)

(Putra Sihombing)

Pos terkait