Bencana Jadi Insentif

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — MILYARAN rupiah alokasi dana darurat, untuk penanganan bencana pada belanja tidak terduga (BTT) di Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun anggaran 2020. Terdapat, uang insentif.***

Alokasi belanja tidak terduga, dianggarkan dalam Pos Belanja Tidak Langsung (BTL) Keuangan Daerah pada PPKD Musi Rawas dengan total dana sekitar Rp.47,2 milyar. Pengeluaran atas BTT, terdapat dana sekitar tiga milyar lebih untuk Insentif Gugus Tugas terbagi dimasing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) antara lain di Sekretariat Daerah (Setda) Mura, dan Penyaluran insentif diakomodir satu pintu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Musi Rawas.

Menurut, Alex Sander, selaku Inspektur Inspektorat Musi Rawas saat di Wawancarai diruang kerjanya, Kamis (4/3) menerangkan, Insentif diberikan kepada Tim dan Anggota Gugus Tugas, seperti Pengamanan dilapangan yang aktif dalam penanganan Covid-19 ke masyarakat yang terdampak. Misalnya, Kepolisian TNI dan Kejaksaan ,POL-PP serta Badan Penanggulangan Bencana (BPD) wajib diberikan insentif.


“Pengamanan dilapangan, layak diberikan insentif”. Selain itu, Tim Gugus tugas terdiri Sekretariat Daerah (Setda) dan beberapa OPD lain serta Inspektorat sendiri.”Setahu dia, selain Kejaksaan. Jujur, semua pihak-nya di Inspektorat menolak pemberian insentif itu,” kata Alex Sander.


Penolakan atas pemberian insentif dari Dinkes Mura, dikarenakan Inspektorat selaku Tim Gugus Tugas tidak langsung bersentuhan dengan masyarakat.”Saya, belum siap mempertanggungjawabkan uang itu”. Dikatakan, dia soal Insentif yang disalurkan kepada Tim dan Anggota Gugus Tugas di Sekretariat Daerah dirinya hanya bisa tersenyum.”Kalau di Sekretariat. Akuinya, No Komen,” tutupnya.

Informasi dihimpun, besaran Insentif disalurkan kepada Tim dan Anggota Gugus Tugas sesuai beban kerja dengan nilai bervariasi, mulai dari dua juta setengah bahkan mencapai puluhan juta.
Sementara, terkait penyaluran insentif terhendus aroma tak sedap dan baru-baru ini Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau, Welly Ade Chaidir, menolak keras pemberian Insentif yang diberikan langsung oleh Sekretaris Dinkes Mura, Muhamad Nizar, bahkan.”Sekretaris, diminta keluar dari ruangan Kepala Kejaksaan”.

Atas persoalan, ini Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura, Muhamad Nizar, Selasa (2/3) sewaktu ditemui dikantornya untuk di Wawancarai sedang tidak berada ditempat. “Pak, Nizar, sedang ada acara diluar”. Ujar staf bagian penjagaan depan. Dilanjutkan, dengan cara berulang kali dihubungi melalui seluler-nya tersambung dinomor.0821 85 168xxx tidak bersedia mengangkat dan dikirim pesan melalui WhatsApp sampai berita dilansir juga tidak ada jawaban.”Bungkam”.

Toding Sugara.

Pos terkait