‘Beras Bulog 10 Ton’ Kemanakah Akan Diantar..???

  • Whatsapp

LUBUKLINGGAU – Kemanakah akan diantar beras yang didistribusikan oleh Bulog sebanyak 10 ton ?, begitulah pertanyaan salah satu pemuda pemerhati kebijakan pemerintah saat mendengar statemen Kepala Bulog Lubuklinggau atas dikembalikan nya 10 ton beras oleh Pemkot Lubuklinggau dikarenakan tidak layak untuk dibagikan ke masyarakat. Sabtu (09/5).

Sebelumnya viral pemberitaan Walikota Lubuklinggau sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penaganan (GTTP) Covid-19 Lubuklinggau, H.SN Prana Putra Sohe yang menemukan sebanyak 10 ton beras yang dipesan Pemkot Lubuklinggau dari Bulog Lubuklinggau untuk dibagikan ke masyarakat tidak layak. Atas temuan tersebut Walikota meminta beras tersebut segera dikembalikan kepada Bulog karena tidak sesuai pesanan.

“ini beras dari Bulog, kualitas nya agak kurang bagus, jadi dikembalikan saja ke bulog,” Kata Nanan sapaan akrab Walikota Lubuklinggau saat pengecekan di gudang sembako, Taba Pingin, Kamis (07/5).

Terpisah, Kepala Bulog Lubuklinggau, Vinaldo Fernandez beralibi bahwasanya beras tersebut bukanlah tidak layak akan tetapi hanya tidak sesuai dengan apa yang dipesan Pemkot Lubuklinggau. Tak sampai disitu, Vinaldo juga beralasan beras sebanyak 10 ton yang diklaim tidak layak tersebut sebuah kesalahan tafsir sopir mobil pengangkut beras yang salah antar.

“kemarin itukan beras itu beras hasil tolakan kami, jadi beras yang tidak masuk ke kami mau kami tolak, jadi nyatanya sopir ini salah tafsir dikirim nya lah ke gudang kota, kita disini tidak tahu, baru tahu tadi pas ngecek kesana. Beras itu bukan tidak layak tapi beras itu tidak seperti komponen yang seharus nya, jadi kemarin itu beras yang kami tolak itu teralalu banyak tatah nya dan tidak terlalu bersih, intinya bukan tidak layak tapi layak hanya saja tidak seperti yang kita harapkan,” Jelas Vinaldo.

Kemudian berdasarkan komitmen beras yang telah dikembalikan akan diganti dengan yang baru sesuai pesanan.”wujud komitmen kita kemarin jika terjadi kendala atau masalah mau pecah, mau kualitas atau apapun itu timbangan kita siap ganti, itu komitmen kita mungkin besok langsung kita antar ganti nya”. Ucap Vinaldo.

Melihat Kejadian ini Febri HR salah satu pemuda Pengamat Kebijakan Pemerintah Wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau, dan Kabupaten Muratara (MLM) menilai statmen yang dilontarkan oleh Kepala Bulog Lubuklinggau hanyalah alasan pembelaan diri yang akhirnya menunjuk sopir untuk disalahkan.

“Kepala Bulog itu hanya mencari alasan, masa beras sebanyak 10 ton bisa salah antar. Setahu saya setiap barang yang keluar sudah pasti ada surat jalan atau perintah yang diberikan, ya nggak mungkin dong sopir tahu – tahu mn antar sendiri tanpa ada perintah, kan nggak masuk akal,” Ungkap Febri HR.

Tak hanya itu, Febri Juga mempertanyakan jika beras tersebut salah antar, lalu kemanakah beras tersebut akan diantar.

“Kepala Bulog harus jelaskan, jika beras sebanyak 10 ton tersebut salah antar, lalu mau diantar kemanakah beras tersebut,? Dan dari mana beras tersebut berasal,” Jelas Febri HR.

Febri HR menduga ada “sesuatu” yang dinilai menyimpang didalam kejadian salah antar beras 10 ton tersebut.

“mudah-mudahan ini hanya sekedar dugaan saja, jangan sampai ada permainan kotor yang memanfaatkan kelengahan – kelengahan ditengah musibah pandemi ini,” Tegas Febri HR.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Bulog Lubuklinggau tidak memberikan tanggapan dan klarifikasinya kembali.

(PS/PGT)

Pos terkait