Beras Cadangan Bencana ‘Lacup’ ,APBD Musi Rawas Di Pangkas

  • Whatsapp

MUSI RAWAS —PULUHAN ton beras canangan bencana yang dikelola Asosiasi lumbung pangan di Musi Rawas (Mura), dari Dinas Ketahanan Pangan Mura.”Lacup”, alias lenyap dari gudang.

Beras yang dikelolah asosiasi lumbung pangan adalah persediaan untuk cadangan pangan guna mengantisipasi terjadi bencana alam terutama dalam penyediaan beras di Musi Rawas, yang diatur bedasarkan Peraturan Bupati Musi Rawas Nomor 29 tahun 2013, melalui Dinas Ketahanan Pangan ditugaskan untuk mengatur pelaksanaan pengelolaan cadangan pangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyediaan cadangan pangan pokok daerah, dari Dinas Ketahanan Pangan menganggarkan kegiatan pengadaan gabah dan beras, melalui anggaran tahun 2013, 2014, 2015 dan 2017, dan telah melakukan perjanjiaan kerjasama dengan asosiasi lumbung pangan untuk melakukan pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan di Surat Perjanjian Nomor 29/SPK/BKP/2014 dan 02/SPK/P/2014 dengan jangka waktu mulai tanggal 25 November 2014 – 25 November 2019.

Kewajiban, Asosiasi lumbung pangan adalah bersungguh-sungguh untuk mengelola dan mengembangkan cadangan pangan daerah sehingga mampu meningkatkan cadangan pangan yang ada.

Stock yang tersedia, baik gabah dan beras yang tersimpan digudang asosiasi lumbung pangan, pada tanggal 26 Februari 2020 hanya berjumlah 250 kg dan 660 kg. Sedangkan sisa beras sejumlah 82.750 kg

stock opname yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa BPK pada tanggal 26 Februari 2020, diketahui beras dan gabah yang tersedia pada gudang penyimpanan Asosiasi Lumbung Pangan masing-masing (83.000 kg – 250 kg), diketahui Tidak ada pada gudang penyimpanan. Hal ini diketahui bedasarkan sumber data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumsel.

Terkait permasalahan ini, Kepala Bidang (KABID) Ketersediaan Pangan, Indarwanto, di Dinas Ketahanan Pangan Musi Rawas, saat hendak dikonfirmasi sedang tidak berada ditempat, Jum’at (15/5).

“Pak Kabid, sedang keluar dalam rangka pengumpulan data,” ujar stap dimeja depan.

Beras yang disalurkan Pemkab Mura untuk bantuan COVID terhadap masyarakat itu didapat dari belanja melalui kontarak di pengilingan 199 ton, 21 ton,

Diketahui, saat ini Pemkab Musi Rawas, dan seluruh daerah lain sedang mengalami bencana adanya pandemi corona diseluruh dunia. Sehingga Pemkab Mura tahun ini melakukan pemangkasan dana APBD 2020 diseluruh OPD Musi Rawas guna penyaluran bantuan masyarakat yang terdampak pandemi corona.

Dijelaskan, oknum Dinas Pertanian dan Peternakan Musi Rawas, bahwa Dinas saat ini telah menyalurkan beras kepada masyarakat sebanyak Tahap 1 sebanyak 199 ton, sedangkan ditahap (2) sebanyak 21 ton.

“Beras, yang kita salurkan itu didapat bedasarkan kontrak dengan pihak Pengilingan yang dibeli dari Pemangkasan dana APBD 2020,” ungkapnya. (Toding Sugara)

Pos terkait