Biaya “Land Clearing” Dua Kali Di Anggaran.?

  • Whatsapp

MURATARA —Ternyata penganggaran kegiatan, land clearing (LC) atau pematangan lahan untuk kawasan lokasi pusat perkantoran (Pemkab) Muratara. Dua kali dianggarkan.?, Rabu (15/4).

Pasalnya, untuk lokasi pekerjaan dua kali berturut – turut anggaran.”Land Clearing,” yang dikelolah Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu dikerjakan disatu lokasi, yaitu di lahan kawasan pusat perkantoran muratara, dengan luas lahan berkisar 211 hektar. Adapun biaya yang sudah dikucurkan total dana Rp.5 milyar, diantaranya Land Clearing ditahun 2018 senilai Rp 500 juta dan dikerjakan melalui CV. Trijaya.

Setelah itu, ditahun 2019 pekerjaan Land Clearing
kembali dianggarkan dengan nilai Rp.4,5 milyar, yang dimenangkan oleh PT. Gunung Mas Indah Lestari.

Menyikapi persoalan tersebut, salah satu pengiat anti korupsi di Wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara (MLM), Nasrullah, angkat bicara atas pekerjaan Land Clearing yang telah menelan uang rakyat milyaran rupiah itu.

“Saya, mendasak kepada penegak hukum untuk mengkroscek hasil pekerjaan land clearing yang sudah dua kali dianggarkan senilai milyaran, sebab dalam hal ini ada aroma tak sedap yang berujung merugikan negara”. Dijelaskanya, sejauh ini yang harus jadi perhatiaan adalah Spesifikasi dan lokasi antara pekerjaan tahun 2018 serta tahun 2019, jelasnya.

Disisi lain, untuk pekerjaan Land Clearing tahun 2018 terlihat tidak singkron sebab penganggaran terlebih dulu dari Penyusunan Amdal yang dianggarkan tahun 2019.”Mestinya terlebih dulu yang dikerjakan itu Amdal-nya, agar mengetahui isi lingkungan supaya tidak merusak ekosistem yang ada disekitar lahan tersebut, dan setelah itu bedasarkan Amdal baru pematangan lahan,” bebernya.

Sebelumnya, terkait persoalan ini disampaikan, Indra Ali Amil, selaku Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya di Dinas PUPR Muratara mengatakan.
“Atas kegiatan tersebut, telebih dulu untuk jagan diberitakan,” pintaknya. (Toding Sugara)


,

Pos terkait