Bulog : Sopir Salah Antar ‘Beras itu Bukan Tidak Layak’

  • Whatsapp

LUBUKLINGGAU – Sebanyak 10 ton beras yang di distribusikan oleh Bulog Lubuklinggau di kembalikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau karena tidak layak untuk dibagikan ke Masyarakat.

Hal itu diungkapkan Walikota Lubuklinggau sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe saat pengecekan di gudang sembako Posko GTPP Covid-19, Taba Pingin, Kamis (07/5).

“ini beras dari Bulog, kualitas nya agak kurang bagus, jadi dikembalikan saja ke bulog,” Kata Nanan sapaan akrab Walikota Lubuklinggau.

Dijelaskan pula oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Lubuklinggau, Surya Dharma, jumlah beras beras dari bulog tersebut sebanyak 500 sak atau 10 ton.

Pemkot Lubuklinggau memesan beras premium atau mendekati premium kepada Bulog, namun yang diantar tidak sesuai pesanan.

Sementara itu, Kepala Bulog Kota Lubuklinggau, Vinaldo Fernandez beralibi bahwasanya hal itu terjadi dikarenakan sopir salah antar.

“kemarin itukan beras itu beras hasil tolakan kami, jadi beras yang tidak masuk ke kami mau kami tolak, jadi nyatanya sopir ini salah tafsir dikirim nya lah ke gudang kota, kita disini tidak tahu, baru tahu tadi pas ngecek kesana,” Ujar Vinaldo.

Selanjutnya diakui Vinaldo, Bulog akan segera mengganti beras yang dikembalikan esok hari. Dijelaskan nya kembali bahwasanya beras tersebut bukan beras tidak layak namun hanya tidak sesuai seperti mana yang dipesan Pemkot Lubuklinggau.

“saya kemarin kan ke Rupit, jadi kita kan nggak mungkin hampir semua kegiatan itu terpantau semua oleh kita. Jadi wujud komitmen kita kemarin jika terjadi kendala atau masalah mau pecah, mau kualitas atau apapun itu timbangan kita siap ganti, itu komitmen kita mungkin besok langsung kita antar ganti nya. Beras itu bukan tidak layak tapi beras itu tidak seperti komponen yang seharus nya, jadi kemarin itu beras yang kami tolak itu teralalu banyak tatah nya dan tidak terlalu bersih, intinya bukan tidak layak tapi layak hanya saja tidak seperti yang kita harapkan.” Tegas Vinaldo Fernandez.

(PS/PGT)

Pos terkait