Bupati Muratara “Bungkam”, Uang Milyaran Di Kasda Raib?

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — MENGENAI raibnya milyaran uang APBD di Kas Daerah..?. Hal ini, membuat Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Syarif Hidayat, “Bungkam” Alias tak bicara.

Saat ini, Pemerintah Muratara mengalami krisis keuangan disebabkan senilai milyaran lebih uang disimpan tak ada (Raib) dari Kas daerah.

Terkait, persoalan ini berulang kali dihubungi dan tersambung diselulernya nomor.0811-78-0xxx, tidak diangkat Bupati Muratara, H. Syarif Hidayat, dari nada tersambung ditelpon terkesan di Reject sontak terputus, melalui pesan singkat SMS terkirim juga sampai berita diterbitkan tidak ada balasan.

Sama hal-nya, persoalan ini juga membuat Kabid Anggaran pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Muratara, Izhar Rusdi, tidak banyak bicara dia takut salah jawab.

“Itu, sesuai asumsi akibat adanya pengurangan dana transfer dari pusat”. Kata dia, untuk jelasnya tanyakan langsung ke Pak Duman Fachsyal, saran Kabid Anggaran BKD Muratara.

Diterangkan Ketua DPRD Muratara, Efriyansyah, sudah memanggil pihak bertangungg jawab atas Kas daerah Muratara kosong, yaitu Kepala BKD Muratara, Duman Fachsyal, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Muratara, Alwi Roham.

“Kasda kosong, itu Masih menunggu sisa dana transfer dari pusat tertunda. Akui, Eksekutip pada DPRD Muratara,” terangnya.

Persoalan, Kasda Muratara kosong disebabkan sisa dana transfer pusat belum dikirim membuat salah satu Oknum Pejabat Muratara, dihadapan Media LinggauUpdate.com, angkat bicara. Setahu dia, pendapatan dana transfer dari pusat sudah final dan tidak ada sisa lagi, sejak Januari sampai Desember tahun 2020 total dana tranfer masuk Kasda, berjumlah senilai Rp 783.851.849.935,- terdiri dari Dana Desa (DD) Rp 100,8 milyar dan Realisasi 100 persen, serta DAK reguler dari nilai Rp 48,6 milyar juga realisasi 100 persen, dan Dak lainya diterima 100 persen.

“Jujur, dana transfer final. Akuinya, sudah Gem Over tidak ada sisa”. Sambung dia, perlu dicurigai kemana siapa Oknum yang memakai dana itu.”Dispastikan, ada Oknum memakai dana itu,” bebernya.

Raibnya, sejumlah milyaran APBD dalam Kasda Muratara itu baru. Terjadi, setelah usai pesta demokrasi Pilkada atau Pemilihan Kepala Daerah di Muratara, sehingga menimbulkan gejolak aksi unjuk rasa “Demonstrasi” dari pihak masyarakat, mempertanyakan gaji mereka belum dibayar di antaranya, Gaji BPD sudah 3 (Tiga) bulan belum dibayar, dan Uang untuk Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan IV tahun 2020 juga belum dibayar.

Sementara, proyek fisik pekerjaan sudah tuntas dikerjakaan oleh sejumlah kontraktor sedangkan tahun sudah berakhir, tetapi sejumlah kontraktor merasa “Galau”. Pasalnya, sejumlah sisa tagihan proyek tahun anggaran 2020 bersumber dari DAK belum jelas pembayaranya kemungkinan SPH.

“Bisa saja, anggaran DAK itu Diduga terpakai buat modal Pilkada,” ucap kontraktor. (Toding Sugara)

Pos terkait