“Cantiknya” Ibukota Kabupaten Musi Rawas

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — “Membangun itu bukan hanya struktur dasarnya harus baik tapi bagaimana kita mengembangkan kreatifitas sehingga menghasilkan karya bernilai dan dapat dinikmati oleh masyarakat”

Kutipan kalimat ini mengalir dari perbincangan hangat dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Tata Ruang dan Pengairan (PUCKTRP) H.Ristanto Wahyudi beberapa waktu lalu.

H. Ristanto Wahyudi
H. Ristanto Wahyudi

Perbicangan santai penuh keakraban tersebut sebenarnya membahas banyak hal, namun mengerucut satu spesifikasi tema yaitu Mengubah Wajah Ibukota Kabupaten Musi Rawas.

Mengawali pembicaraan santai tersebut, Tanto mengungkapan bahwa dirinya sejak didapuk oleh Bupati Musi Rawas H.Hendra Gunawan menjabat sebagai Kepala Dinas PUCKTRP beberapa waktu lalu menjadi sebuah amanah sekaligus tanggung jawab yang cukup berat karena dirinya sadar dinas yang dipimpinnya adalah salah satu dinas yang membidangi infrastruktur bahkan jauh lebih itu bukan hanya infrastruktur seperti gedung, irigasi dan bangunan fisik lqinnya yang menjadi fokusnya namun juga bagaimana menelurkan ide dan gagasan yang memiliki nilai kratifitas yang berbeda dari daerah lain paling tidak dari beberapa daerah tetangga bumi lan serasan sekentenan ini.

” Saya sadar dinas yang saya pimpin bukan hanya menyajikan program infrastruktur dasar tapi juga harus bisa mix dengan pembangunan yang bernilai kreatifitas sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat secara umum,” katanya

Dengan didampingi serta didukung team work yang dinilainya sangat baik dan kompak, Dirinya memulai mengemas ide dan gagasan untuk mengubah wajah Ibukota Kabupaten Musi Rawas. Langkah awalnya adalah menyiapkan konsep program pembangunan disamping itu juga didukung oleh kebijakan anggaran sehingga konsep pembangunan dapat direalisasikan.

Dirinya bercerita, justru diawal menjabat dirinya memulai dengan menata bundaran air mancur, mulai membangun taman Beregam dan alhasil saat itu pernah dilakukan launching dan alhasil antusias masyarakat cukup baik, meskipun masih butuh sentuhan perbaikan dan penambahan pembangunan lain yang dapat mendukung tata wajah air mancur itu, Dirinya dan tim mulai menata wajah alun alun agropolitan dengan mebangun sport selfi,pendesterian serta membangun taman dan wahana permainan anak dan ternyata dengan dikembangkannya permainan anak ini wajah alun – alun ibukota kabupaten Musi Rawas semakin menarik dan mulai menjadi pilihan bagi masyarkat lokal maupun luar daerah untuk sekedar berselfi dan mengajak buah hati untuk bermain di arena permainana anak yang telah disediakan dalam satu “komplek” di alun – alun tersebut.


” Alhamdulillah secara perlahan Wajah Ibukota Kabupaten Musi Rawas sedikit telah berubah dan mulai mampu mencuri perhatian masyarakat,” ceritanya antusias

Dirinya melanjutkan tahun 2019 ini Dinas PUCKTRP kembali melanjutkan pembangunan alun – alun agropolitan yang merupakan jantung dari ibukota kabupaten Musi Rawas salh satunya dengan menambah pembangunan sanggar dongeng, fourt court dan sport selfi baru yaitu berupa grafiti dan lantai mozaik dan hasilnya wajah baru ibukota kabupaten Musi Rawas semakin cerah dan berwarna sehingga menjadi pembeda sekaligus daya tarik sendiri bagi masyarkat yang melintas dan masyarkat disekitarnya.

” Sekarang sudah semakin ramai yang mengunjungi alun – alun agropolitan, hal ini tentu bukan kerja pribadi tetapi dukungan bapak Bupati Musi Rawas dan DPRD serta seluruh jajaran, karena ini adalah wujud kebijakan pembangunan yang diimplementasikan dan direalisasikan dengan semaksimal mungkin” tuturnya merendah

Tetapi, Diungkapkan Kepala Dinas yang Stylis ini lebih jauh mengatakan menata wajah Ibukota Kabupaten Musi Rawas adalah salah satu dari program pembangunan yang sebenarnya biasa tetapi Secara pribadi tetap memliki fokus yang menjadi beban tugas dan melekat pada Dinas PUCKTRP. Hal ini selalu menjadi penekanannya kepada staf dan jajaran.

” Pembangunan lain tetap memiliki porsi perhatian yang sama, dan ini selalu saya pesankan kepada staf dan jajaran, Semua program pembanguan harus berjalan sesuai target dan ketentuan aturan yang berlaku,” tegasnnya.

H. Ristanto secara tegas menolak pujian atas keberhasilan tersebut baginya apa yang dikerjakannya dan jajaran adalah tidak lebih dari sebuah kewajiban yang menjadi tanggung jawab dirinya dan jajaran, kalaupun hasilnya dinilai baik oleh pimpinan dan masyarakat tentu itu nilai plus yang harus disyukuri.

” Kalaupun hasil dari pembangunan dibawah dinas PUCKTRP diapresiasi tentu itu hanyan nilai tambah sebagai pemacu semangat kerja kita kedepan supaya lebi baik lagi,” tutup nya sambil nyeruput kopi yang mulai dingin (TG)

Pos terkait