Cara Pengangkutan Sampah Di Pasar Tradisional Musi Rawas Dipertanyakan?

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kabupaten Musi Rawas,Provinsi Sumatera Selatan diketahui telah mengangarkan kegiatan Operasional Penangganan Persampahan dengan pagu Dana Rp. 258.439,500 dengan kode RUP 21198221.

Akan tetapi cara pengerjaannya tidak tentu dan berbeda-beda cara pengambilan sampahnya di setiap pasar tradisional,seperti di pasar Megang Sakti,pasar O Purwodadi dan pasar B Tugumulyo Sehingga menjadi pertanyaan besar masyarakat.

Seperti di ungkapkan oleh Umar, pedagang ayam potong di pasar megang sakti ,saat di jumpai awak media ,menggatakan bahwa pengangakutan sampah di pasar Megang Sakti ini hanya satu kali dalam satu Minggu, itu pun cuma satu mobil setiap pengambilan sampah dilakukan oleh petugas.

“setau saya pengangkutan sampah di pasar megang sakti ini hanya satu mingu sekali itu pun cuma satu mobil setiap pengambilan sampah dilakukan oleh petugas bagian pengangkut sampah mengunakan mobil pelat merah “. kata umar ,Minggu (24/11)

Dilanjutkannya akibat seringnya keterlambatan pengambilan sampah,sehingga bau busuk dari sampah sangat menganggu pedagang yang berada di sekitar kotak sampah ini.

“kami berharap kepada Pemerintah agar setiap hari sampah di pasar ini di angkut biar kami berdagang di sini terasa naman begitu juga dengan pembeli merasa myaman”, jelasnya dengan penuh harap .

Lain lagi yang di katakan oleh Sarina pedagang sayuran yang berada di pasar O Purwodadi,Ketika ditanya mengenai pengambilan sampah di pasar ini dia menggatakan kalau sampah itu di ambil atau diangkut itu tiga hari satu kali.
“semingu dua kali sampah di angkut mengunakan mobil sampah dan hanya satu mobil setiap kali pengangkutanny”. katanya

Sarina menambahkan kalau pengambilan sampah tahun ini berbeda dengan tahun kemaren , kalau tahun kemaren itu sampai lima belas hari atau dua minggu baru di angkut sampah di sini sehinga sampai penuh tempat sampah. “sekarang itu rutin tiga hari sekali “. jelas nya singkat

Sementara di pasar B Tugumulyo, sama hal nya di Pasar Purwodadi cara pengangkutan sampah.
Hal tersebut dikatakan oleh Joko salahsatu pedagang yang jualannya berhadapan dengan kotak sampah.

“Masih mendingan sekarang ini dibandingkan tahun kemaren yang sampah disini dibiarkan sampai berminggu minggu tidak di angkut-angkut sehinga sampah nya itu menumpuk dan berhamburan di luar kotak sampah dan mengeluarkan air berwarna kuning dan bau busuk yang sangat menyenggat yang mengganggu pernapasan kami para pedagang dan juga pelanggan”.katanya

Sementara itu , Hermeruddin selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup belum berhasil di temui begitu juga dengan Tri Lastuti selaku Kabid Persampahan juga belum bisa di temui untuk di kompermasi , sampai berita ini di terbitkan.

“kepala dinas lagi DL dan ibu Tuti lagi kelapangan”,kata petugas penjaga meja depan

( DARMAWI )

Pos terkait