Dana Hibah Bawaslu Dan KPU Musi Rawas, Diduga “Bancakan”

  • Whatsapp

MUSI RAWAS — PERUNTUKAN dana hibah Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilhan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas (Mura). Diduga dijadikan ajang “Bancakan”.

Pasalnya, hibah yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura tahun 2019, kepada Bawaslu sekitar Rp 250 Juta, serta kepada KPU sebesar Rp 757. Diketahui berpotensi disalah gunakan, sebab sampai berakhirnya batas waktu tanggal 10 Januari 2020, masing – masing pihak belum menyampaikan Pertangunggjawaban atas Pengunaan dana hibah. Informasi ini tercatat dalam, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor 14.A/LHP/XVIII.PLG/04/2020, tanggal 8 April 2020.

Selain, itu kondisi tersebut juga tidak sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah.

Sebagaimana disampaikan, Bendahara Hibah di BPKAD atau Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Mura, Bekti Widodo, sebelumnya, Rabu (20/5) Mengatakan. Setahu dia, sewaktu BPK masih disini semua laporan, tentang hibah tahun 2019 sudah diminta BPK dan jauh sebelum ada pemeriksa BPK pihak penerima hibah baik Bawaslu dan KPU sudah menyampaikan laporan hibah. Lanjut dia, laporan yang sudah disampikan itu tidak disertai SPJ sehingga jadi temuan BPK.

“Harap maklum, saya masih dalam proses belajar jadi tentang admintrasi hibah banyak belum tahu. Sehingga pihak -pihak belum menyampaikan SPJ,” jelas Bekti Widodo.

Sementara, Ketua Bawaslu Mura, Oktureni Sandhra Kirana, terkait persoalan tersebut saat ditemui dikantornya, Jum’at (5/6) sedang tidak ditempat.

“Waduh, kalian belum jodoh ibu Ketua, baru saja pergi rapat kekantor Bupati Mura,” ungkap Stap Bawaslu Mura, Ardi.

Sedangkan, Ketua KPU Mura, Anasta Tias, dari
sambungan selulernya.082218105xxx, mengatakan, dirinya belum tahu soal temuan itu dan setahunya, jika ada temuan BPK dia bersama pak Sekretaris biasanya dapat surat maupun undangan dari Pemkab Mura.

“Hal ini, akan saya bicarakan dulu sama pak Sekretaris, sebab saya belum dapat informasi,” kata Ketua KPU Mura. (Toding Sugara)

Pos terkait