Dana Hibah Musi Rawas, Diduga “Ajang” Korupsi

  • Whatsapp

 LINGGAU UPDATE —- PENYALURAN belanja hibah beruapa uang, dari Pemerintah daerah Kabupaten Musi Rawas (Mura) tahun anggaran 2020, dengan realisasi senilai Rp.81,8 Milyar diduga. “Ajang,” Korupsi.

Diketahui, dari Rekap Belanja Hibah yang disampaikan Bendahara Hibah di BPKAD Mura (Bekti Widodo) kepada DPRD Musi Rawas, belum lama ini terdapat kejanggalan terhadap 51 penerima hibah dengan total anggaran sekitar Rp.77 milyar lebih itu ternyata sebanyak 18 penerima hibah tidak terealisasi. Sedangkan, jumlah anggaran dalam Laporan Kinerja Pertangunggjawaban atau LKPJ Bupati Musi Rawas disediakan sekitar Rp.83,9 milyar dan terealisasi senilai Rp.81,8 Milyar atau sebesar 97,65 persen.

Sementara, dalam Rekap Belanja Hibah terlihat ada dua (2) penerima hibah yang tidak tercatat dalam data tersebut dengan total anggaran sekitar Rp.6,6 milyar, yang tercantum dalam kode rekening.5.1.4.06, bersama kode rekening.5.1.4.07.
Terkait, belanja hibah pada kode rekening.5.1.4.07 sebagaimana sebelumnya disampaikan oleh Kasubdi Perencana Anggaran Daerah I, Feri, mengatakan tidak terealisasi dia beralasan jumlah anggaran terlalu kecil dana dikarenakan ada REFOCUSING.

“Karna, ada REFOCUSING. Jadi, dianggaran hanya ratusan juta,” kata Feri.

Terkait, pernyataan Kasubdi Perencanaan Anggaran I BPKAD Musi Rawas, membuat inisial HA, angkat bicara dia mengatakan keterangan soal terjadi Refocusing pada kode rekening belanja.5.1.4.07, itu tidak logis. Pasalnya, anggaran dalam rekening tersebut baru dianggarkan setelah adanya perubahan APBD tahun 2020, sesuai Lampiran Keputusan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Nomor.508/KPTS/BPKAD/2020, pada Tanggal 9 September 2020 tentang Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Rawas atas Perubahan APBD Tahun anggaran 2020.

“Evaluasi, itu Perubahan dan sudah Include, Aneh, bisa di Refocusing lagi”. Sambungnya, dia menilai pihak di BPPKAD terlalu berani.”Saya, heran saja bisa seberani itu mereka bilang dana itu kecil,” terangnya, Senin (12/4) (Toding Sugara).

Pos terkait