Desa Lubuk Tunjung Terancam Terisolir

  • Whatsapp

REJANG LEBONG —- Desa Lubuk Tunjung Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI) Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu yang merupakan desa paling ujung di Kabupaten Rejang Lebong dan berbatasan langsung dengan Kota Lubuklinggau Propinsi Sumatra Selatan saat ini terancam terisolir .

Pasalnya akses jalan menuju ke desa setempat kondisi jalanya rusak berat ,akses jalan yang rusak berat tersebut dari Simpang Tiga Karang Baru hingga ke Desa Lubuk Tunjung.

Panjang Jalan dari simpang tiga Karang Baru hingga ke Desa Lubuk Tunjung berkisar 5 km yang mana kondiai terparahnya dan hampir tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat yakni dari Dusun Tran Karang Baru hingga ke Desa Lubuk Tunjung.

Kondisi jalan yang mengalami rusak berat di beberapa titik dengan konsisi jalan yang menanjak dan menurun yang mana aspal jalan sudah terkelupas dengan dasar tanah lihat sehingga kondisi jalan sangat licin bila hujan .
Selain dari itu,beberapa ruas badan jalan sudah terendam air dan membentuk seperti kolam besar dengan kedalaman mencapai batas lutut orang dewasa,sehingga saat di lintasi kendaraan jenis motor banyak yang mogok.

Akses jalan tersebsebut juga di perparah dengan jebolnya plat Deker sehingga air sungai juga acap kali meluap ke permukaan bila hujan datang sehingga pengendara yang motor yang melintas terpaksa putar haluan .

Saat ini masyarakat Desa Lubuk Tunjung terpaksa memutar arah untuk menuju ke Kantor Kecamatan SBI dan juga harus memutar arah guna menuju ke Curup dengan jalan memutar melintasi wilayah Kota Lubuklinggau ,akibatnya masyarakat harus merogoh kocek cukup banyak dikarenakan harus mengeluarkan dan Bensin yang cukup banyak .

Kepala Desa Lubuk Tunjung Selamat Amin mengatakan akses jalan menuju ke desanya sudah 3 tahun lebih dari Tahun 2016 hingga 2019 saat ini.Saat ini hanya kendaraan roda dua atau motor saja yang bisa melintas itupun harus serba hati hati karena aspal jalan yang putus dan menggantung sering kali menghantam mesin motor

“Kalau untuk mobil saat ini tidak bisa melintas karena kondisi jalan yang rusak berat ,” jelasnya.

Dikatakanya untuk berangkat ke Curup saja kami terpaksa memutar arah melintasi wilayah Kota Lubuklinggau dan begitupula masyarakat yang akan membawa sembako dan begitupula untuk mengangkut hasil pertanian seperti karet ,Durian ,Kunyit dan Kopi untuk dibawa ke Curup ,jaraknya harus menempuh jarak hingga puluhan KM ,”ungkapnya.

Supar (51) Pengepul hasil pertanian seperti Kunyit ,Durian dan Karet mengatakan dirinya harus memutar arah melintasi wilayah Lubuklinggau ,padahal jika jalan tidak rusak jarak tempuh kami sangat singkat hanya melintasi beberapa desa saja.

Tapi kalau jalan memutar untuk ke Curup jaraknya cukup jauh bayangkan saja kami harus melintasi beberapa Kelurahan dan desa untuk tiba di Kecamatan PUT menuju ke Curup ,”ujarnya.

Dirinya bersama masyarakat Desa Lubuk Tunjung mengaharapkan adany Perhatian serius dari Perintah Kabupaten Rejang Lebong supaya akses jalan menuju ke desanya supaya cepat di bangun “harapnya.(Mansur)

Pos terkait