Diduga Adanya Praktik Korupsi, Febri HR Minta Walikota dan APH Ambil Sikap Tegas

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM  – Menghabiskan anggaran sebesar 2 miliar, pembangunan gedung guru di kelurahan senalang, Kecamatan Lubuklinggau utara II, Kota Lubuklinggau. Dinilai hambur – hamburkan uang rakyat.

Pasalnya, pembangunan yang dianggarkan pada tahun 2018 dan diharapkan selesai di tahun anggaran 2019 itu, hanya terlihat tiang – tiang dan lantai yang mulai berlumutan dan coran semen yang sudah mengelupas.

Febri HR, salah satu pengiat anti korupsi dan pemerhati kebijakan pemerintah daerah di wilayah Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara, menyesalkan kebijakan Pemerintah Kota Lubuklinggau yang dinilai telah menghamburkan uang rakyat.

“saya menyesalkan kebijakan Pemkot Lubuklinggau di dalam pembangunan ini. Itu proyek berdana besar, Pemkot dalam hal ini Dinas PUPR Lubuklinggau harus bertanggung jawab, apalagi katanya ini proyek prioritas, tapi kini kita bisa lihat sama – sama, 2 miliar uang rakyat habis Cuma untuk rangka – rangka yang kini coran nya sudah mulai mengelupas atau rusak,” Ujar Febri HR penuh sesal atas kebijakan Pemkot Lubuklinggau.

Lanjut Febri HR, menduga adanya praktek korupsi terjadi didalam proyek pembangunan gedung guru yang dikerjakan oleh CV Kiemas Putra Jaya tersebut.

“Aparat Penegak Hukum (APH) harus tegas, harus berani, jangan hanya menunggu dan mendengar saja, saya sangat berharap kepada APH untuk turun mengusut proyek yang telah menghabiskan miliaran uang rakyat ini,” Desak Febri HR kepada APH.

Tak hanya itu, Febri HR juga meminta kepada Walikota Lubuklinggau H. SN Prana Putra Sohe untuk mengambil sikap tegas dalam pembangunan yang diharapkan dapat memajukan dunia pendidikan di kota lubuklinggau.

“ Saya juga berharap Walikota Lubuklinggau dapat mengambil sikap tegas, jangan sampai dana yang telah dikeluarkan terbuang sia – sia. Kata bapak walikota kita ini kan kemarin pembangunan ini diharapkan untuk memajukan dunia pendidikan di kota lubuklinggau, lantas kenapa sudah dianggarkan namun ditelantarkan,” Harap Febri HR Kepada Walikota Lubuklinggau.

Diakhir Pembicaran Febri HR kepada Wartawan, meminta dan berharap kepada APH untuk membuka mata dan segera memeriksa proyek yang diduga telah terjadi ajang praktik korupsi.

Hingga berita pembangunan gedung guru ini kembali ditayangkan, H. SN Prana Putra Sohe, Walikota Lubuklinggau dan Asril Selaku Kepala Dinas PUPR Kota Lubuklinggau belum berhasil dimintai tanggapan nya. (Putra Sihombing)

Pos terkait