Diduga Asal Terima Hasil Pekerjaan, Dinas PUPR Lubuklinggau : Kurang SDM

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM – Diduga asal terima hasil pekerjaan, keuangan Pemerintah Kota Lubuklinggau berpotensi dirugikan akibat dari 31 paket Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kekurangan Volume.

Kurang nya Volume ke 31 paket pekerjaan atas pelaksanaan belanja modal jalan, irigasi dan jaringan pada Dinas PUPR Lubuklinggau itu, disebutkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disebabkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pekerjaan fisik di OPD-nya dan PPK, PPTK, Pengawas Lapangan, dan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan tidak cermat dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang menjadi tanggung jawabnya.

Kepala Dinas PUPR melalui Sekretaris Ibrahim beralibi bahwasanya hal tersebut terjadi dikarenakan kurang Sumber Daya Manusia (SDM) di Dinas PUPR sehingga beberapa pekerjaan tidak terawasi.

“kalau mau detail penyebabnya saya tidak tahu, kita ini (DPUPR) kan orang nya dikit jadi setiap semua pekerjaan itu tidak mungkin terkontrol seluruh nya,” Ujar Sekretaris DPUPR Lubuklinggau kepada awak media di ruang kerja nya. Senin (30/09).


Dikatakan Ibrahim sepengetahuan nya dari total temuan BPK di DPUPR sudah disetorkan oleh pihak rekanan ke Kas Daerah sebesar 80 persen dari total keseluruhan.

“sepengetahuan saya sudah sekitar 80 persen sudh disetor ke kas daerah, tapi total pasti nya saya tidak tahu, BKD yang lebih tahu,” Kata nya.

Disisi lain berdasarkan keterangan BPK Dinas PUPR baru melakukan penyetoran ke kas daerah dengan cara pemberian potongan langsung pada SP2D Nomor 900/1337/BKD/SP2D/2019 tanggal 13 Mei 2019 untuk CV YB sebesar Rp55.155.360,78 dan SP2D Nomor 900/1336/BKD/SP2D/2019 tanggal 13 Mei 2019 untuk CV RiB sebesar Rp57.225.300,99.

Hingga saat ini, wartawan linggauupdate.com masih berusaha mencari penjelasan kepada Badan Keuangan Daerah (BKD) Lubuklinggau terkait statmen Sekretaris DPUPR yang mengatakan sudah disetorkan nya kelebihan pembayaran kepada pihak rekanan akibat kekurangan volume. (Putra Sihombing)

Pos terkait