Diduga Bukti Pertanggungjawaban Perjadin DPRD Lubuklinggau, Palsu dan Fiktif

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM – Lagi, Hampir setiap tahun nya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan biaya perjalanan dinas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau, pada tahun 2018 terdapat Mark Up harga dan adanya kwintasi atau bukti pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, sebesar 221 juta. Selasa (24/09).

Laporan Realisasi Anggaran Sekretariat DPRD TA 2018, terdapat anggaran Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah sebesar Rp24.897.445.800,00 dan direalisasikan sebesar Rp24.775.395.745,00 atau 99,51%.

Realisasi Perjalanan Dinas Luar Daerah meliputi kegiatan kesekretariatan dan kegiatan perjalanan dinas yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Lubuklinggau.

Perjalanan dinas tersebut diantaranya kunjungan kerja terkait dengan konsultasi ataupun koordinasi untuk memenuhi undangan dan kegiatan bimbingan teknis lainnya.

Dalam melaksanakan perjalanan dinas untuk koordinasi dan konsultasi tersebut, anggota DPRD Kota Lubuklinggau didampingi oleh beberapa pendamping. Pendamping adalah pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau.

Hasil pemeriksaan BPK terhadap dokumen – dokumen pertanggungjawaban perjalanan dinas dan hasil konfirmasi kepada masing – masing hotel, diketahui terdapat tarif atau biaya yang tidak sesuai dengan kondisi nya, yang mana tarif atau harga yang dipertanggungjawabkan lebih mahal daripada tarif atau harga hotel yang sebenarnya.

Tak hanya itu saja, terdapat juga bukti pertanggungjawaban bukti penginapan yang tidak sesuai dengan data tamu pada penginapan/hotel tersebut, atau bisa disebut FIKTIF.

Selain itu, Sekretariat DPRD Kota Lubuklinggau juga telah memalsukan bukti pertanggungjawaban, yakni fakta nya menginap di satu kamar untuk dua orang namun di pertanggungjawabkan menjadi satu kamar satu orang.

Menanggapi hal ini, Ruly staff di sekretariat DPRD yang diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) ketika dikonfirmasi, enggan memberikan penjelasan. Selasa (24/09).

“silahkan ke pak Sekwan, tanya saja langsung sama pak Sekwan,” ujar nya singkat.

Hingga berita ini ditayangkan, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Lubuklinggau belum dapat dihubungi. (TIM)

Pos terkait