Dugaan Mark Up, Kasus Eks Kadiskan Mura Jalan Ditempat

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE —RENCANA Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau meningkatkan status perkara dugaan, “Mark Up”. Alias, pengelembungan harga pengadaan ikan dengan melibatkan Eks Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Musirawas (Mura), Bambang Hariadi, terkesan jalan ditempat.

Berapa bulan lalu, Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau telah memanggil beberapa Oknum Diskan Mura dimintai keterangan untuk pengumpulan data (Puldata) atas dugaan pengelembungan harga ikan. Atas dugaan Mark Up, Kepala Kejasaan Negeri Lubuk Linggau, Willy Ade Chaidir, meminta Penyidik untuk meningkatkan status perkara ketahap Penyelidikan (LID).

Mengenai perkembangan kasus, sejauh ini tidak ada kejelasan bahkan pihak Diskan Mura terlihat lenggang kangkong.

Sementara Kepala Kejaksaan dimintai tanggapan atas perkembangan kasus tersebut melalui pesan WhatsApp terkirim dinomor.08131243xxx, sampai berita dilansir tidak ada jawaban (Bungkam), Kamis (8/7/2021).

Sebelumnya, Dikatakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Pengadaan Ikan, Budi Kusrianto, dalam pelaksanaan dirinya hanya bertugas sebatas Administrasi pendataan jumlah penerima bantuan ikan.

“Yang, negoisasi harga ikan dengan pengusaha kolam. Itu, langsung melalui Eks Kadis Diskan Mura”. Lanjutnya, Eks Kadis Perikanan (Bambang) selain PA juga merangkap KPA dan PPK dalam Pengadaan tersebut.”Akui PPTK, bahwa Rekanan Pengadaan ikan langsung ditunjuk oleh Eks Kadis Diskan Mura,” beber Budi Kusrianto.

Informasi data, melalui Refocusing atas Realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, telah menganggarkan biaya untuk penanganan pandemi Covid-19 dalam Kegiatan kode rekening.301.23.007, Pengembangan dan Pemasaran hasil perikanan, senilai Rp 5,2 milyar. (Toding Sugara)

Pos terkait