Gedung DPRD lubuklinggau “Disita” Rakyat Dan Mahasiswa

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — Ratusan mahasiswa yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi di kota Lubuklinggau, menggelar aksi demonstrasi sebagai bentu penolakan RU KUHP, dan RUU KPK, Rabu (25/9). Berawal dari titik kumpul di lapangan taman olahraga silampari (TOS) kota lubuklinggau, ratusan mahasiswa memulai aksi konvoi menggunakan sepeda motor menuju gedung DPRD kota Lubuklinggau di kelurahan petanang ulu, kecamatan Lubuklinggau utara 1.

Lima perguruan tinggi yang melakukan aksi yakni kampus STKIP-PGRI Lubuklinggau, Unmura, Universitas Bina Insan, Binus, Stais, Al Azhar dan beberapa okp kemahasiswaan GMNI, HMI, Sapma dan Pmii. Aksi mahasiswa ini mendapat restu langsung dari berbagai perguruan tinggi, dimana terdapat spanduk di pagar kampus bertuliskan, “Perkuliahan hari ini dipindahkan ke gedung DPRD Lubuklinggau”.

Dalam orasinya, Koordinator aksi dari kampus STKIP-PGRI lubuklinggau, Reta Andika menyuarakan bahwa Lima perguruan tinggi Kota Lubuklinggau menolak pengesahan RU KUHP dan RUU KPK yang digaungkan oleh seluruh mahasiswa se nusantara.

Isi penolakan yang disampaikan ke DPRD diantaranya, 1. Menolak RKUHP, UU KPK yang baru sebagai kepentingan elit politik. 2 Menuntut DPRD Kota Lubuklinggau mendorong DPRI – RI membatalkan Revisi KUHP yang mengkerdilkan sistem ber demokrasi, campur tangan urusan privat warga negara, dan diskriminasi hak perempuan. 3 Menuntut DPRD Kota Lubuklinggau menyuarakan percepatan judical review RUU KPK ke Mahkamah Konstitusi. 4 Menuntut DPRD Kota Lubuklinggau menjalankan kewajibannya sebagai wadah aspirasi Rakyat Lubuklinggau.

“Mahasiswa sebagai representasi masyarakat di bumi silampari membawa fakta integritas, untuk ditandatangani oleh seluruh anggota DPRD Lubuklinggau, sebagai bentuk penolakan dengan harapan DPRD Lubuklinggau akan turut melanjutkan aspirasi ini hingga ke gedung DPR RI,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua DPC GmnI Lubuklinggau, Rikek Dwi Putra yang mengecam keras adanya RUU yang sedang digarap DPR RI. “Daripada KPK dikebiri, haknya dirampas lebih baik kami desak DPR saja yang dibubarkan,” tegasnya dalam orasi.

Kecewa kedatangan mahasiswa tidak disambut satupun dari anggota DPRD Lubuklinggau, Rikek dan kawan-kawan akhirnya melakukan penyegelan pintu masuk kantor DPRD Kota Lubuklinggau.

“Kita sweping kedalam kantor, tidak ada satupun anggota DPRD. Kita tidak percaya lagi dengan DPRD, bersama korlap dari berbagai kampus dan okp sepakat melakukan penyegelan gedung wakil rakyat tersebut hingga Senin (30/9) mendatang. Senin nanti DPRD baru akan dilantik, dan kita pastikan akan melakukan aksi lanjutan,” tegasnya

(*)

 

Pos terkait