Hasil Tracking PDP Positif Berjumlah 360 Tersebar Di 7 Kabupaten Kota

  • Whatsapp

LUBUKLINGGAU — – Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau, Dr Jeanita Sri Purba, menuturkan penularan Corona bisa dilakukan kapan saja, oleh karena itu, warga Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muratara, harus tetap waspada.

“Untuk pasien yang meninggal, melalui uji laboratorim hasilnya negatif, namun bukan berarti akhirnya kita berleha-leha, dan almarhum bisa dibawa pulang dan belum. Tetapi, ada hal yang mesti kita waspadai terhadap penyakit almarhum. Sehingga sebagaimana posedur protokol, penyakit almarhum harus tetap kita waspadai,” ujar Dr Jeanita, di Posko percepatan penanganan Covid-19, di Kota Lubuklinggau, Jumat (17-4).

Ia juga menghimbau, agar masyarakat untuk tetap selalu di rumah, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Jarak yang saya rekomendasikan saat ini tidak hanya satu meter, secara horizontal, empat meter, secara vertikal, delapan meter. Oleh karena itu, semua wajib pakai masker, masker yang kita izinkan harus tiga lapis, untuk petugas kesehatan dan pasien harus menggunakan masker bedah,” tuturnya.

Menganai konfirmasi kasus dua dokter positif Corona, kata Dr Jeanita, sedang kita tracking (pelacakan) data-data siapa saja yang kontak dengan beliau.

“Seluruh total yang kita tracking dari tanggal tiga [april] sampai 13 [april] hingga kasus itu mencuat di rumah sakit swasta, itu jumlahnya hampir menyentuh 360. Jadi saya minta tolong sekali jangan untuk ditakuti, tetapi ayo jaga, dan kami akan lakukan pendataan. Untuk kedepan, puskesmas akan lakukan pedataan,” ucap Dr Jeanita.


“Kami akan menyaring lagi, siapa-siapa yang akan di Rapid Test, itu adalah orang-orang dengan kontak erat dalam waktu tersebut dan tidak punya penyakit lain. Bahwa orang-orang yang di Rapid Test, memang betul-betul orang yang memiliki SOP [Corona]. Jadi tidak semua orang yang di Rapid Test,” sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskan Dr Jeanita, ke dua dokter tersebut sudah menggunakan APD lengkap. Jadi kami berusaha mentracking, apakah atau didapat dari mana sumber kontaknya, kita belum ketahui.

“Tetapi, kami sudah berfikir dari meninggalnya almarhum di Kota Lubuklinggau, itulah yang di tracking. Siapa-siaapa yang kontak, sejak kapan ia datang disalah satu rumah sakit yang lain.Tetap tenang, karena masih ada tenaga kesehatan yang terus menelusuri,” tandasnya.

SUMBER : klikanggaran.com

Pos terkait