HMI Lubuklinggau : Kemunculan KAMI Kurang Segar Bagi Demokrasi

  • Whatsapp

LUBUKLINGGAU, Ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan, Armansyah, melalui Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD), Tomi Irawan, melihat kemunculan organisasi oposan di luar parlemen seperti KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) merupakan hawa kurang segar bagi demokrasi. Senin, (31/8/2020)

Menurutnya, catatannya cukup jelas yakni bila parlemen dan partai politik menjalankan fungsinya, peka terhadap aspirasi masyarakat, melaksanakan fungsi check and balances terhadap kekuasaan, maka gerakan seperti KAMI ini sebenarnya tak akan muncul.

Selain itu, kemunculan KAMI ini juga menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, ada banyak tokoh tokoh yang berpengaruh di indonesia yang tergabung dalam KAMI tersebut.

“Kita selaku kader HMI dan tokoh pemuda Lubuk Linggau masih sedkit rancuh dalam hal itu, ada yang berspekulasi bahwa organisasi tersebut untuk menaikan nama nama untuk menghadapi pilpres 2024”, terangnya.

Dikatakan, akan tetapi menurut kami selaku HMI Cabang lubuklinggau hal ini suatu pergerakan kepentingan kekuasan di masa kelak, dengan adanya ini sebenarnya masyarakat sudah bisa menilai kemana arahnya.

Lanjutnya, kalau untuk menjadi pengawas pemerintah kan sudah adanya DPR untuk mengkontrol sistem pemerintahan dan banyak lembaga-lembaga sebagai bahan pengawasan pemerintah.

Akan tetapi, tokoh-tokoh yg mendeklarasikan KAMI kemarin bukanlah “orang-orang kalah”. Sebagian merupakan ‘senior citizens’ yang punya reputasi terpuji. Mereka adalah orang-orang yg mewakafkan diri untuk meluruskan jalan yang bengkok. Dalam bingkai demokrasi, posisi mereka sangat terhormat.

“Kemunculan KAMI adalah hal biasa dalam demokrasi bahkan bagi saya, kehadiran mereka merupakan vitamin bagi demokrasi,” ungkap Tomi.

“Jika gerakan semacam KAMI ini tidak muncul, maka demokrasi kita sebenarnya sedang berada dalam ancaman”, pungkasnya. (Syarif)

Pos terkait