Indikasi Mark Up, Kasus Masker Naik Status

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, nampak serius mengusut dugaan korupsi mark up atas pengadaan masker tahun anggaran 2020 senilai Rp 3 milyar.

Proses hukum, atas kasus masker saat ini sudah naik status pengumpulan data (Puldata) menjadi penyelidikan mengumpulkan bahan keterangan.

Jaksa penyidik, masih terus dalami sejumlah saksi untuk menemukan bukti dan fakta dugaan korupsi.

“Ya, tidak lama lagi status kasus ditingkatkan,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Welly Ade Chaidir.

Pengusutan kasus pengadaan masker senilai Rp 3 milyar sumber dana Covid-19 di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Kabupaten Musi Rawas (Mura), anggaran tahun 2020 sudah selesai dilaksanakan.

Disampaikan Kasi Intel, Aantomo, setelah proses penyelidikan selesai dilakukan baru diketahui status hukumnya, Selasa (12/1/2021).

“Apakah bisa di pidana, atau hanya administrasi,” ungkap, Aantomo.

Atas, pengungkapan perkara ini Jaksa penyidik di Kejaksaan Negeri Lubuklinggau belum lama ini sudah mengundang beberpa Oknum di Klarifikasi untuk dimintai keterangan terhadap pelaksanaan pengandaan masker itu, seperti Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mura, Yamin Fabli, selaku PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sanul Fatwa, serta Kabid UKM di Dinas Koperasi, Reza.

Selain, itu turut hadir pihak pelaksana pengadaan masker yang ditunjuk oleh Diskop dan UKM Mura bersama pihak Toko tempat penyedia bahan atas pembuatan masker itu sendiri.

Sepertinya, lanjutan perkara ini menimbulkan Isu tak sedap…?, bahkan jadi buar bibir dikalangan Pemerintahan Musi Rawas.(Toding Sugara)

Pos terkait