Insentif Gugus Tugas “Setda” Mura Berpotensi Bancakan

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — ALOKASI penganggaran uang insentif untuk Tim Gugus Tugas atas Penanganan Covid-19 dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) kantor Bupati Musi Rawas (Mura), tahun anggaran 2020. Terhendus, ada potensi Bancakan, Sabtu (6/3).

Pasalnya, terdapat dua Tim Gugus Tugas sampai saat ini menolak keras atas pemberian insentif tersebut, diantaranya. Inspektorat Musi Rawas bersama pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau, dan Penolakan insentif itu dikarenakan tidak wajar sebab tidak sesuai beban tugas selaku Tim Gugus.

“Ada, kreteria baru layak menerima insentif. Misalnya, Polres dan TNI, POLPP serta BPD meraka wajib diberikan insentif sebab terlibat Pengamanan dan pengawasan dilapangan,” terang Inspektur di Inspektorat Musi Rawas, Alexsander Akbar.

Lanjut, Inspektur sejauh ini dirinya belum siap mempertanggungjawabkan atas realisasi anggaran insentif itu. Untuk, sumber Dana berasal dari belanja tidak terduga (BTT) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura, disalurkan keberapa OPD diantaranya Sekretariat Daerah Musi Rawas. “Besaran Insentif dibagikan ke Setda Mura mencapai sepuluh juta lebih. Akui dia, soal diterimanya insentif itu, dirinya No Komen itu urusan meraka,” ucapnya, sambil tersenyum.

Informasi, beredar bahwa penganggaran atas pemberian insentif Covid di Musi Rawas tahun anggaran 2020 dengan nilai mencapai milyaran lebih itu tersebar aroma tak sedap. Pasalnya, ada Oknum Pejabat pada Dinas Kesehatan Musi Rawas saat itu Oknum tersebut tidak mau menandatangani atas Pertangunggjawaban atas penyaluran insentif, sehingga Penanggungjawab atas realisasi dana tersebut pada Dinkes diambil alih oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, Muhamad Nizar. Sementara, Insentif untuk pihak Kejaksaan belum lama ini yang diantar langsung oleh Sekretaris Dinkes Mura, sempat ditolak mentah oleh Kepala Kejaksaan.

Penolakan itu dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau, Welly Ady Chaidir, atas selaku Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Musi Rawas.

Benar, pemberian insentif dari Dinkes Musi Rawas tidak kami terima”. Ucap Kejari, sisi lain beredar di Kejaksaan bahwa.”Bukan, penolakan saja. Terkait, insentif Kepala Kejaksaan sempat berang kepada Sekretaris, hingga diminta keluar dari ruangan Kejari”.

Atas, persoalan ini sampai beberapa kali pemberitaan dilansir oleh Media Linggau update.Com, Sekretaris Dinas Kesehatan, Muhamad Nizar, belum berhasi ditemui, dan berulangkali di Wawancarai melalui contak person-nya tersambung tidak bersedia mengangkat, begitu juga dikirim pesan melalui WhatsApp, sampai saat in. “Bungkam,” dari Media ataui tidak ada jawaban. (Toding Sugara)

Pos terkait