IRG Release Hasil Riset Pilkada Musi Rawas

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — Indonesian Riset Global (IRG) setalah menyampaikan hasil risetnya di Kabupaten Muratara seminggu yang lalu, kini kembali merilis hasil survei Riset Pilkada di Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumatra Selatan. Kegiatan riset tersebut dilaksanakan mulai 25 Juli-25 Agustus 2020.

Acara tersebut di hadiri oleh Mahasiswa, OKP Kepemudaan, dan rekan-rekan media, yang dilaksanakan di ruang kelas Kampus B, STAIS Bumi Silampari Kota Lubuklinggau. Minggu (30/08/2020)

Mukhlis Muhammad Isa, M.I.Kom, selaku Direktur utama IRG mengatakan tujuan riset ini untuk mengungkap beberapa hal, setidaknya ada 12 poin hasil riset dengan metode pengambilan Sample menggunakan metode Multi Stage Random Sampling.

“Riset ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati dan wakil Bupati, Popularitas pasangan bakal calon bupati, Akseptabilitas pasangan bakal calon bupati, Elektabilitas pasangan bakal calon bulati, tingkat popularitas bakal calon wakil bupati, tingkat akseptabilitas bakal calon bupati, tingkat elektabilitas bakal calon wakil bupati, kecenderungan penggunaan Media oleh masyarakat sebagai Sumber Informasi untuk mengetahui tentang Bakal Pasangan Calon, Pragmatisme pemilih pada Pilkada, Waktu pemilih menetapkan pilihan final, Tokoh yang dapat mempengaruhi pilihan, Masalah krusial yang harus segera diselesaikan Bupati-Wakil Bupati Terpilih”, jelas Mukhlis.

Lanjut Mukhlis, jumlah Responden Dalam Penelitian ini adalah 868 atau 0,003% dari 289.000 jumlah daftar pemilih tetap Kabupaten Mura yang di tetapkan KPU, dengan tingkat kepercayaan data 95℅ dan Margin Of Error 2,5 %.

Hal ini juga disampaikan Direktur Harian IRG, Wawan Sopian, M.I.Kom, mengatakan klasifikasi dan jumlah responden penelitian yaitu, 356 responden 41 % generasi X dengan tingkat usia dari 40-55 tahun, 278 responden 32% generasi milenial dengan tingkat usia dari 26-39 tahun, dan 234 responden 27% generasi Z usia dari 17-25 tahun.

Menurut Wawan, berdasarkan hasil riset, kepuasan masyarakat Mura terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati saat ini, sebanyak 40% responden menyatakan puas, sedangkan 34 % mengatakan biasa saja dan 26% mengatakan tidak puas

Dalam data IRG, tingkat popularitas bakal calon bupati mura, Firdaus cik ola 68%, Ratna Mahmud 65%, Hendra Gunawan dan Suwarti sama 75%, dan 3% tidak mengenal satupun.

Kemudian, Akseptabilitas dan Elektabilitas bakal calon Bupati Mura, Firdaus cik ola 21%, Hendra Gunawan 35%, Suwarti 19%, Ratna Mahmud 20% dan 5% tidak tahu.

Tingkat popularitas bakal calon wakil Bupati Mura, Suwarti 75%, Triono 25%, Mulyana 15%, Azandri 15%, Amir Hamzah 10%, Suparto H.Ujang 10%, dan 7% tidak tahu. Sedangkan Akseptabilitas Suwarti 38%, Triono 16%, Mulyana 12% , Azandri 11% , Amir Hamzah 8%, Suparto H.Ujang 8%, tidak memilih 7%.

Elektabilitas, Suwarti 39%, Triono 16%, Mulyana 13% , Azandri 11% , Amir Hamzah 8%, Suparto H.Ujang 8%, tidak memilih 5%.

Tokoh yang dapat mempengaruhi masyarakat dalam menetapkan pilihan, Kyai 9%, tokoh adat 7%, tokoh parpol 2%, tokoh pemuda 4%, tokoh perempuan 3%, orang tua 10%, kepala desa 5%, dan 60% mengatakan tidak ada yang dapat mempengaruhi.

Masalah krusial yang harus di selesaikan di Mura, Infrastruktur 15%, kondisi ekonomi yang sulit 20%, lapangan pekerjaan 25%, biaya kesehatan 10%, biaya pendidikan 10%, pelayanan birokrasi 5%, dan keamanan dan kriminalitas 15%.

Riset berikutnya adalah mengenai media sebagai sumber informasi mengenai pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati oleh masyarakat. Melalui Koran 10%, Baliho 37%, Radio 5%, Facebook 33%, Instagram 10% dan sarana group whatsapp 5%.

Kemudian yang menjadi pertimbangan warga Mura dalam memilih pemimpin, visi dan misi 15%, jujur 10%, bersih dari kkn 15%, merakyat 20%, berpengalaman di pemerintahan 15%, berasal dari etnis yang sama 10%, berwibawah 5%, berpendidikan tinggi 5%, dan hubungan keluarga 5%.

Lanjut wawan, pragmatisme pemilih dalam pilkada Mura sangat tinggi sebab 65% masyarakat masih menerima pemberian, 20% menolak pemberian, 15 tidak tahu.

Untuk di ketahui, dalam hasil riset masyarakat menetapkan pilihan finalnya, rata-rata di hari H-1 yaitu mencapai 60%, H-3 mencapai 20%, H-7 mencapai 10%, sebelum H-7 10%

Meskipun demikian, Direktur Utama IRG, Mukhlis Muhammad Isa menegaskan, hasil riset ini tidaklah bersifat final, karena politik itu sifatnya dinamis dan bisa saja berubah-ubah di kemudian hari, tutupnya. (Syarif)

Pos terkait