Jadi Tulang Punggung Keluarga, Milasari di Datangi Kajari

  • Whatsapp
LINGGAU UPDATE —Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau memberikan Bantuan Sosial (Bansos) berupa bahan pokok kepada keluarga Milasari yang masih berusia 10 Tahun telah menjadi tulang punggung keluarga,merawat kedua orang tuanya yang mengalami keterbelakangan mental serta adiknya.
 
 
Kepala Kejaksaan Negeri Lubuklinggau ,Willy Ade Chaidir didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) ,Yuriza Antoni dan Kasubag BIN , RA Sulaiman bersama Staff Pidsus datangi langsung kerumah Milasari yang bisa dikatakan tidak layak huni di Dusun 8 ,Desa Sri Mulyo ,Kecamatan STL Ulu Terawas ,Kabupaten Musi Rawas,Rabu(25/08).
 
 
 
” Mila meski masih kecil sudah mampu menjadi tulang punggung keluarga,untuk merawat dan kedua orang tua serta adiknya” Kata Kajari
 
Tanggung jawab besar Mila yang masih berusia 10 tahun ini patut kita apresiasi, Diakuinya, jika kunjungan ini selain ingin melihat langsung kondisi keluarga Milasari juga sedikit memberikan bantuan yang memang dibutuhkan seperti bahan pokok sehari hari.
 
Melihat kondisi tempat tinggalnya yang memang sangat tidak layak,dirinya akan berupaya agar ada bantuan bedah rumah sehingga menjadi hunian yang layak dan nyaman sesegera mungkin.
 
Dalam kunjungan ini juga, kita membatu membuatkan sumur, karena selama ini untuk mandi dan air bersih masih menumpang pada tetangga.
 
Untuk itu, dirinya mengajak para darmawan untuk sedikit riskinya,membantu keluarga milasari.
 
“Semoga dalam waktu dekat tempat tinggal Milasari dapat segera mendapat bedah rumah,” Harapnya. 
 
Dikesempatan yang sama, Rahmat Dinata, Plt Camat Stl Ulu Terawas, mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Lubuklinggau yang telah sudi berkunjung dan memberikan bantuan kepada Milasari.
 
” Memang kondisinya sangat memprihatinkan,”  ujarnya.
 
Rahmat Dinata menambahkan ,rumah Milasari telah diusulkan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) untuk dilakukan bedah rumah.
 
“Rencananya tahun ini dilakukan bedah rumah, ada puluhan rumah warga Desa Sri Mulyo yang mendapatkan Program Bedah Rumah”,ujarnya
 
Sementara itu, Milasari menyatakan bahwa hidup sehari hari hasil dari bantuan dari pemerintah (PKH) dan dikasih oleh tetangga,sedangkan untuk sayur hasil mencari sayuran yang berada di dekat sungai ,seperti kangkung dan lainnya.
 
“Kami masak dalam waktu satu hari, hanya satu kali, tidur dilantai ,ketika hujan ,basah semua”,kata Milasari(*)
 
 
 

Pos terkait