Jas Karim Berharap Kadis PERKIM Mura Penuhi Tantangan Duduk Di Jamban

  • Whatsapp

MUSI RAWAS —ANGGOTA Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas (Mura) H. Jas Karim sangat mengharapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Musi Rawas Nito Mahfilindo penuhi tantangan duduk dijamban, Kamis (14/5).

Terkait bangunan jamban, yang dibangun oleh Dinas Perkim Mura tanpa ada bilik alias transparan itu sama saja mengerdilkan diri sendiri dan terkesan tidak propesional dalam bekerja.

“Berharap, Nito Mahfilindo, penuhi tantangan saya dan kalau tidak berani undur dari jabatan,” ujar sang politik kawakan.

Dirinya, juga meminta kepada Bupati Musi Rawas melakukan pembenahan dilingkungan Dinas Perkim Mura supaya kedepanya kinerja di Dinas Perkim Mura lebih efektip dalam merealisasikan anggaran secara tepat dan benar.

“Oknum yang bekerja tidak propesional, lebih baik dicopot dari Jabatanya,” tegas Jas Karim.

Diketahui, Pembangunan jamban tanpa ada pemasangan bilik atau tidak berdinding itu terdapat berjumlah sekitar 50 unit yang tersebar di Kelurahan P2, Kecamatan Purwodadi, adapun biaya pembuatan jamban satu (1) unit menelan dana sekitar Rp 8,6 juta.

Bedasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun anggaran 2019, bahwa Pembuatan jamban yang tersebar dibeberapa Kecamatan Musi Rawas nilai dana keseluruan mencapai kisaran Rp 5,2 milyar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta dari Dana Alokasi Khusus atau DAK -Afirmasi dan Reguler tahun 2019, dengan uraian.

Total APBD tahun 2019, sekitar Rp 915 juta, yang tercatat dalam Kegiatan pembangunan tangki septik skala indvidual perdesaan, sedangkan mekanisme dilaksanakan melalui pihak Rekanan dibagi menjadi (4) Kegiatan dalam proses tender dengan masing – masing dana sekitar Rp 288 juta.

Lansiran sebelumnya, terkait permasalahan ini Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Mirwani, sewaktu ditemui dikantornya untuk dikonfirmasi sedang tidak ditempat, begitu juga Kepala Dinas Perkim Mura, Nito Mahfilindo lagi rapat.

“Untuk PPTK Jamban, itu Pak Mirwani, beliau sudah hampir 2 bulan tidak masuk kantor,” jelas stap di Perkim Mura yang namanya tidak mau disebutkan. (Toding Sugara)

Pos terkait