Jasa “Terpisah” Tidak Di Perkenankan

  • Whatsapp

MUSI RAWAS —PENGANGGARAN belanja jasa tenaga kerja atau tenaga lainya, secara. “Terpisah” yang terdapat di masing – masing kegiatan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sekretariat Daerah (Setda) Musi Rawas (Mura), tidak diperkenankan untuk dianggarkan.

Hal ini diketahui, sebagaimana tertuang dalam data Hasil Evaluasi Gubernur Sumatera selatan (Sumsel), atas Perubahan anggaran APBD Mura tahun anggaran 2019. Dijelaskan terhadap penganggaran belanja jasa tenaga kerja atau tenaga lainya pada OPD Setda Mura diketahui.

“Tidak diperkenankan, untuk dianggarkan di setiap kegiatan, kecuali pada pos kegiatan penyediaan jasa pendukung administrasi teknis perkantoran”.

Seperti dalam evaluasi, di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Mura terdapat belanja jasa tenaga kerja lainya yang semula dianggarkan sekitar Rp 2,9 milyar, bertambah menjadi Rp 3,3 milyar, yang tercatat dalam Kegiatan Penyelenggaraan Musi Rawas Bertilawah dengan nilai pagu sekitar Rp 4 milyar.

Dikatakan, salah satu staf di Bagian Kesra Musi Rawas, Selasa (5/5) bahwa Jasa tenaga kerja dalam kegiatan penyelenggaran Musi Rawas Bertilawah tahun 2019, itu Pemberian insentif kepada pengurus keagamaan di 14 Kecamatan, dengan rincian. Tokoh agama diberikan selama 11 bulan x Rp 160 ribu x 205 orang, selain itu kepada Guru ngaji sebanyak 552 orang x Rp 160 ribu x 11 bulan, ada juga Insentif yang diberikan kepada Marbot sebanyak 704 orang x Rp 160 ribu, x 11 bulan,

Sedangkan, untuk Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) juga diberikan uang insentip melaui SK Bupati dan SK Gubernur sebesar Rp 900 ribu x 208 orang x 4 bulan.

“SK Gubernur sebesar Rp 300 ribu, yang diberikan melalui Kegiatan ini juga, sedangkan SK Bupati sebesar Rp 600 ribu”. Dilanjutkanya pemberian insentip kepada pengurus keagamaan itu.”Semua disalurkan kerekening penerima melalui Bank Sumsel Babel,” terangnya.

Disampaikan, Kepala Bagian(Kabag) Kesra Musi Rawas, Yusran Amri melalui pesan WahtsApp dinomor.0878-0311-1xxx, dirinya sedang rapat.

“Saya sedang rapat, benar ada insentif yang disalurkan kepada Pengurus keagamaan,” ungkapnya. (Toding Sugara)

Pos terkait