Kadis Pariwisata Muratara Minta Maaf, Bastari : Saya Malu dan Kecewa,Festival ini Abal – Abal

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM – Atas viral nya video Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) di media sosial atas tidak tersedianya konsumsi atau makanan di acara Festival Danau Rayo, sehingga membuat anak – anak Pramuka yang dikomandoi nya harus rela menahan lapar dan kecewa, Kepala Dinas Pariwisata minta maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan Titin, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muratara di kediaman Ketua Kwarcab Pramuka Muratara A Bastari Ibrahim di Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Kamis (28/11).

“Tadi ibu Titin ke rumah aku, dia (Titin) minta maaf atas kekeliruan. Dia minta maaf kepada semua anggota pramuka yang ikut perkemahan itu. Ya kami mau ngomong apa lagi kalau dia sudah minta maaf, Cuma sakit hati saja dan kecewa, kecewa berat,” Ujar Bastari Kepada Wartawan melalui sambungan seluler nya.

Dijelaskan Bastari, ia juga kecewa atas perubahan jadwal yang sudah ditetapkan bersama – sama Dinas Pariwisata namun dirubah tanpa koordinasi atau pemberitahuan kepadanya.

“Cuma ada dia (titin) ngomong bahwa tidak ada dana makanan. Padahal dulu rencananya pembukaan festival danau rayo itu bersama – sama kami perkemahan, nah dipertengahan jalan berubah tanpa konfirmasi ke kami. Di awal tanggal 26 kami tampil tapi dipertengahan dirubah mereka sendiri ke tanggal 27. Iya tidak bisa berubah rubah sendiri begitu kan, kami juga ada agenda tersendiri, tidak bisa seenak nya berubah – rubah sendiri tanpa konfirmasi.” Ungkap mantan Anggota DPRD 3 Periode itu.

Dikatakan juga oleh Bastari bahwa mereka tidak bersedia mengikuti salah satu kegiatan Festival danau rayo yakni perlombaan Bidar dikarenakan tidak ada safety (keamanan) bagi peserta.

“kami tidak sanggup, karena tidak ada pelampung pengaman. Itukan beresiko, danau rayo itu 30 meter dalam nyo, itu sangat beresiko bagi nyawa, kami tidak siap,” kata nya.

Dilanjutkan ya, bahwa ada ketidakjujuran yang diungkapkan oleh Dinas Pariwisata yang mana diawal perencanaan ada anggaran makanan sebesar 100 juta namun diungkapkan tidak ada.

“ nah tadi ada kekeliruan yang dia (Titin) bilang, dia bilang tidak ada anggaran makan, tapi waktu mau bergabung dengan kami kemarin dia bilang ada pak anggaran makan kami sebesar 100 juta,” Ungkap Bastari menirukan omongan Kadis Pariwisata.

“itu acara Festival tingkat se sumsel, dikarenakan keterbatasan anggaran mereka, itulah mereka meminta dari pramuka ada dari beberapa kabupaten untuk mewakili. Nah permintaan itu kami sudah siap, tapi perwakilan ini untuk festival bukan festival abal – abal. Seharusnya festival ini bukan seperti acara tempat orang hajatan. Inilah yang membuat paling kecewa, karena yang paling malu itu saya, saya yang membawa mereka kesitu,” dijelaskan Bastari dengan penuh malu dan rasa kecewa.

Sementara itu, Titin Kepala Dinas Pariwisata membenarkan bahwa dirinya mendatangi kediaman A Bastari Ibrahim untuk mengklarifikasi atas insiden yang telah viral tersebut.

“sudah ketemu, sudah klarifikasi. Bahwa ini miskomunikasi masalah tampilan yang jelas kita informasikan, kami kan ada salah satu staff yang ada orang pramuka anak didik beliau itulah kan, jadi sudah kami beritahukan perubahan jadwal. Nah karna lokasi berjauhan dan sinyal sulit di lokasi Rawas ilir jadi informasi itu tidak sampai. Akhirnya tanggal 26 mereka datang untuk tampil, sedangkan kami tanggal 26 baru pembukaan,” Ujar Titin.

Dijelaskan Titin juga, terkait anggaran makanan jangan dibesarkan – besarkan dan tidak etis bicara soal angka.

“jangan dibesar – besarkanlah, tidak etis bicara angka. Yang ada begini kalau konsumsi, karna kita buka jam 1 jadi tidak ada makan siang, jadi kita siapkan snack. Yang ada itu untuk konsumsi tim kesenian, misalnya yang tampil tim kesenian itu tampil 4 jadi kami siapkan makanan untuk tim kesenian saja,” Jelas Titin.

Lanjutnya kembali, memang tidak ada anggaran makanan untuk tim pramuka. Mereka kan datangnya dari pagi, disanakan ada 2 event, dipagi hari itu event nya Dinas Lingkungan Hidup sampai jam 1, nah pas jam 1 baru pembukaan kami, jadi kami hanya membagikan snack untuk peserta tidak ada makan siang,” Tegas Kepala Dinas Pariwisata kepada Wartawan melalui sambungan seluler. (Putra Sihombing)

Pos terkait