Kasus Dugaan Camat ‘Tukang Peras’ Berujung Damai Di DPMD

  • Whatsapp

MUSI RAWAS — SETELAH di mediasi persoalaan kasus Camat Suka Karya, Kabupaten Musi Rawas (Mura), tentang dugaan sering meminta uang jatah dari Dana Desa (DD) alias tukang “Peras” atau Pungutan Liar ( pungli) terhadap Kepala Desa (Kades) Sukowarno, berakhir damai.

Menurut Ahmadi Zulkarnain, selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Mura saat diwawancarai mengatakan. Persoalan antara Kepala Desa Suko Warno, dan Camat Suka Karya yang isunya disinyalir tentang pemungutan dana desa sudah melakukan perdamaian.

“Setelah dimediasi, dua pihak melakukan damai,” katanya, Selasa (23/6).

Lanjut Kadis BPMD Mura, soal dugaan pungutan DD yang dilakukan Camat Sukakarya, sejak 2018. Akuinya, dia tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tahu, kalu benar ada pemungutan itu harus ditindak tegas,” jelas Ahmadi Zulkarnain.

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) DPRD Musi Rawas ,M Jas Karim Mengecam keras dan dirinya sangat merespon positif kasus memalukan Pemkab Musi Rawas yang pertama kali terjadi.

“Masalah, ini Oknum Camat harus disanksi dan Polres Mura dapat mengambil sikap tegas atas disinyalir dugaan tersebut.” Sebab prilaku preman itu bukan hanya dijalanan, sementara.”Ulah sang Camat juga bak Preman,” ungkap Politisi senior.

Sebelumnya, disampaikan Kades Yudha Karya Bakti (YKB) Muharor. Membenarkan, kejadian yang sering dilakukan Oknum Camat Sukakarya dan persoalan ini sudah dilaporkan oleh Kades Sukowarno ke Unit Tipikor Polres Mura.

“Kejadian, itu benar dan Saya sudah diperiksa Polres Mura, selaku Saksi dalam laporan Kades Sukowarno,” tuk lebis jelas silahkan tanya pada Polres Mura, yaitu di Tipikor, beber Muharor. (Toding Sugara)

Pos terkait