Kasus Rumah Sakit Rupit Terus Bergulir, Direktur Diperiksa Kejari Lubuklinggau

  • Whatsapp

LUBUKLINGGAU | LINGGAUUPDATE.COM  – Penyelidikan Kejari Lubuklinggau terkait kasus laporan SPJ dan tandatangan palsu pada Rumah Sakit Umum Daerah Rupit  Muratara semakin intens dilakukan penyidik Kejari Lubuklinggau. Kasus yang semulanya ditingkat penyelidikan sudah naik ketahap penyidikan dan kemungkinan tidak lama lagi bakal ada penetapan tersangka dari pihak Kejari Lubuklingau. Rabu (31/7).

Intens nya pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap pejabat dan eks pejabat RSUD Rupit besar kemungkinan tim penyidik tinggal merangkumkan berkas penyidikan ketahap penetapan tersangka.

Menurut penyidik Kejari, pihaknya telah melakukan pemanggilan kembali terhadap Empat (4) pejabat di RSUD Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Ada 4 orang yang kita panggil hari ini, dir RSUD Rupit dr. Herlina, eks Dir RSUD Rupit, dr Jery, eks Bendahara RSUD Rupit Kusuma dan Wahid selaku PPTK kegiatan,” sampainya.

Dari pantauan Rabu (31/7) terlihat, Kusuma, eks Direktur RSUD Rupit, eks Bendahara Umum RSUD Rupit dan PPTK Kegiatan, Wahid mendatangi Kantor Kejari Lubuklinggau sekira pukul 10 : 00 WIB langsung menemui penyidik untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.

Sementara, Direktur RSUD Rupit, dr Herlina datang menemui penyidik sekira pukul 13 : 15 WIB, langsung menuju ruang pemeriksaan tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) untuk dilakukan penyelidikan mendalam dan keluar pada pukul 17.40 Wib.

Selanjutnya menurut Kasi Pidana Khusus, Muhammad Iqbal, pemanggilan terhadap 4 pejabat RSUD Rupit sudah naik tahap atau tingkat dari penyidikan ke penyelidikan. Jika nanti ditemukan bukti yang kuat maka kita tingkatkan ke tahap penetapan tersangka.

“Prosedurnya nya begitu, dari full-baket ke  penyelidikan, ke penyidikan dan akhirnya penetapan tersangka,” ujar Iqbal.

Untuk kasus SPJ dan Tandatangan palsu pada kegiatan di RSUD Rupit, kawan-kawan media harap bersabar, kita tunggu saja perkembangannya. Namun saat ini kita tengah melakukan bukti tambahan pada kegiatan pengadaan atau pembelian bahan bakar ginset tahun 2018, tutup Pidsus

(zal)

Pos terkait