Kegiatan STQ Muratara, Perlu Di Curigai

  • Whatsapp

MURATARA | LINGGAUUPDATE.COM — TERKAIT pembiayaan acara untuk kegiatan STQ, atau Seleksi Tilawatil AL-Qur’an Tingkat Provinsi, di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) tahun anggaran 2019, yang dianggarkan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Muratara. Perlu di Curigai, Sabtu (27/7/2019).

Pasalnya, jauh sebelum acara STQ dilaksanakan oleh Bagian Kesra Muratara, sudah tercium aroma tak sedap “Bermasalah” mulai dari. Penganggaran, hingga terdapat Pergantiaan PPK
(Pejabat Pembuat Komitmen), serta Proses tender pada Belanja Pengadaan Event Organizer (EO).

Misalnya, dalam anggaran STQ saat itu diduga terjadi penambahan anggaran dari sebelumnya sekitar Rp 3,5 milyar, tanpa ada Pembahahasan dana itu bertambah menjadi sebesar Rp.7,6 milyar. Selain itu terjadi pergantiaan Pejabat PPK dari sebelumnya, Muzamil, diganti dengan PPK lain.

Sedangkan untuk Proses tender pada Belanja EO, saat itu sudah dinyatakan dimenangkan oleh salah satu peserta Penawar dengan Perusahaan Dagonda, namun tanpa alasan tertentu Perusahaan tersebut dibatalkan jadi Pemenang lelang, hingga Proses lelang dilanjutkan dengan mekanisme Penunjukan Langsung (PL) yang dimenangkan oleh PT. Untuk Negeri Production, yang beralamat di Palembag, dengan nilai Kontrak yang tecatat di Kwitansi Nomor: 01/SP/JL/KESRA/2019, sebesar Rp.4,4 milyar, adapun Pencairan kepada PT. Untuk Negeri Production, sebesar Rp.3,8 Milyar, setelah potong pajak.

Sebelumnya, PPTK atau Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Widya Ulandari, kepada Media LinggauUpdate. Com mengatakan. Acara STQ Muratara sejak sejak awal pembukaan, sampai Penutupan acara itu berlangsung selama Tujuh (7) hari, sedang untuk biaya yang dikeluarkan oleh Bagian Kesra Muratara mencapai kisaran Rp. 44 milyar.

”Sewaktu, penunjukan pihak rekanan EO, dirinya tidak tahu sebab tidak dilibatkan,” ujar PPTK.

informasi data Nota Pencairan Dana atau NPD, bahwa Bagian Kesra Muratara melalui Anggaran untuk Kegiatan STQ sebesar Rp.7,6 milyar, diketahui pada Tanggal 14 Mei 2019, dari total anggaran tersebut terdapat pencairan dana yang direalisasikan sebesar Rp 5,5 milyar. (Toding Sugara)

Pos terkait