Ketua KPU Tebar Sansasi Lewat Medsos,Spekulasi Bermunculan?

  • Whatsapp

OPINI — Topandri Tanjung diduga tebar sensasional lewat media sosial (Facebook) melalui akun resminya,salah satu Komisioner KPU Kota Lubuklinggau yang juga menduduki jabatan structural sebagai ketua KPU ini mengundang provokosi publik karena banyak pihak yang mempertanyakan postingan yang di unggahnya.Sehingga menimbulkan spekulasi-spekulasi dan menjadi perbincangan hangat di ruang publik.

Postingan yang diduga sangat kontradiktif ini,karena mengeluarkan steatment menarik dan memancing para aktivis kritis untuk mencermatinya.

“Nah ujan lebat dak jadi caknyo KPU nak di demo.padahal ambo lah tunggu-tunggu” dalam postingan salah satu Komisioner KPU Lubuklinggau.

Untuk diketahui,seharusnya saat seorang menjadi aktor publik/Ketua KPU menerima legitimasi dari orang lain dan diterima kepemimpinannya, itu berarti ia dipersepsi oleh publik sebagai seorang yang lebih superior ketimbang yang lain, minimal dalam satu hal (kompetensi atau pengalaman, misalnya).

Yang menarik, persepsi ini kemudian tidak berlaku hanya dalam satu hal tersebut, namun perlahan-lahan diterapkan dalam berbagai hal. Sehingga yang muncul adalah persepsi bahwa ketua KPU memang berstatus lebih superior dibanding orang lain dalam semua hal.Jadi hal ini mudah terjadi khususnya dalam kultur yang paternalistis.Akan tetapi,steatment yang di keluarkan pemimpin tersebut sangat bertolak belaka,karena mengimplikasikan sebuah persepsi kuasa yang dapat menjebak ketua KPU itu sendiri.

Seharusnya seorang pemimpin yang bijak tak akan mengundang provokatip berlebihan karena pergeseran tersebut dapat mencuri kredit dan merancukan konsep diri ketua KPU sendiri.

Publik menilai,kesombongan ketua KPU memancing orang lain di sekilingnya untuk berinteraksi dengannya merasa mual dan muak.pada asasnya Ketua KPU dapat menghindari reaksi atau respon ia terhadap publik dengan tidak berlebihan. Apabila tidak mawas diri, maka persepsi ini menjadi sebuah jebakan yang menjerumuskan karakter ketua KPU itu sendiri.

PENULIS : IYAN BERANDANG

Isi Diluar Tanggung Jawab Redaksi

Pos terkait