Mantan Pejabat PMD Musirawas, Berpotensi Tersangka

  • Whatsapp

MUSI RAWAS | LINGGAUUPDATE.COM —BILA, dalam proses pengungkapan penyelidikan kasus pungutan pada kegiatan Acara “Berkah” mantan Kepala
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kabupaten Musirawas, Meftha Jhoni, terbukti terlibat maka status kasus bisa ditingkatkan, dan tidak menutupi kemungkinan juga berpotensi Tersangka (TSK). Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Lubuklinggau, Zairida, S.H.,M.Hum, Senin (22/7/2019).

Saat ini kami, lagi gencar mendalami kasus dugaan pungutan sebesar Rp.2 juta, per Desa di Musirawas, hingga melibatkan nama mantan Kepala DPMD atau Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Musi Rawas. Meftha Jhoni, apabila dalam proses penyelidikan terbukti bersalah, maka kasus ini bisa ditingkatkan ketahap selanjutnya.

“Bila dalam proses pengungkapan kasus tersebut, Meftha Jhoni, terbukti terlibat, tidak menutup kemungkinan juga bisa jadi tersangka (TSK),” tegas Kajari.

Sebagaimana diketahui, terkait kegiatan Acara “Berkah” tahun 2019 ini mantan Kadis PDM Musirawas, bersama Sekretarisnya sudah berulang kali menyambangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuklinggau, untuk diklarivikasi guna dimintaki keterangan sebagai saksi.

Informasi dihimpun, ditahun sebelumnya Meftha Jhoni, juga tersandung persoalan kasus atas dugaan suap Perizinan Lahan Perkebunan PT. Bina Sain Cemerlang (BSC) di Musirawas, hingga dirinya di periksa oleh Lembaga Anti Rasua, atau Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kasus ini juga masih terus bergulir. (Tim)

Pos terkait