Misteri Hukum Pungutan Disdik Musi Rawas

  • Whatsapp

MUSI RAWAS — Lebih kurang 10 nama telah dipanggil Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau terkait kasus pungutan di Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas yang dilaporkan oleh masyarakat. Andy Lala selaku Aktivis Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah
meminta Kejari Lubuklinggau untuk segera meningkatkat status penyelidikan ke tingkat penyidikan karena sudah banyak yang diperiksa untuk diambil keterangannya. Minggu (23/6).

Andy mengungkapkan sekitar 10 orang yang terkait kasus diklat penguatan kepala sekolah 2019 sudah diperiksa oleh penyidik. Diantara ke 10 orang tersebut PLT Kepala Dinas Pendidikan Musi Rawas Irwan Efendi, Kabit GTK, Riva’i, Eks Kabid GTK, Rosa, Enam (6) Kepala Sekolah satu diantaranya Jauhari dan Ketua LPPKS.

“Sepuluh (10) orang sudah diperiksa, namun hingga kini belum ada kejelasan. Kita mendesak Kejari Lubuklinggau untuk segera meningkatkan status penyelidikan oknum pungutan di Dinas Pendidikan Kabupaten Mura”, sindir Andy.

Dikatakan Andy Lala, kita akan mendesak Kejari untuk segera meningkatkan status mereka baik mendesak melalui media atau melalui aksi demo.

“Saat ini kita bersama teman aktivis dan LSM sedang meng-konsep surat laporan untuk menggelar aksi. Jika aksi ini nanti tidak ditanggapi pihak Kejari “setiap hari saya akan melakukan aksi tunggal”, desak Andi.

Lanjut nya, banyak cara bagi kita untuk mendesak pihak Kejari Lubuklinggau, kemungkinan minggu ini kita akan melayang kan surat laporan ke Kejati untuk meng-audit beberapa laporan pengaduan yang masuk ke Kejari yang hingga kini belum ada tindak lanjut nya.

“Mungkin karena terlalu dekat dengan pejabat di Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara Kepala Kejari sungkan untuk melanjutkan kasus-kasus yang saat ini terkesan mandek” sindir Andi.

(TIM)

Pos terkait