Misteri Tanah Hibah Di Muratara

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM – ASSET berupa tanah senilai Rp 1,7 milyar, milik Pemkab Muratara yang didapat melalui hibah masyarakat tahun 2019. Ternyata, keberadaan tanah tersebut masih menjadi misteri.

Pasalnya, data laporan hasil pemeriksaan (LHP) pada badan pemeriksa keuangan (BPK) tanggal 15 Juni 2020. Menemukan perbedaan atau.”Selisih,” nilai Pendapatan dalam laporan realisasi anggaran (LRA) Pemkab Muratara sebagai Pendapatan yang sah tahun anggaran 2019 jumlah dana Rp 3,2 milyar.

Audit BPK, menyebutkan Lain-lain untuk pendapatan daerah yang sah, merupakan kelompok pendapatan lain tidak masuk dalam pendapatan tahun sebelumnya dan meliputi Pendapatan hibah, dana darurat dan Pendapatan lainya. Menurut, laporan operasional (LO) total nilai pendapatan yang sah Pemkab Muratara tahun 2019 Rp 34,4 milyar. Sisi lain, dalam laporan realisasi anggaran (LRA) Pendapatan sah hanya sebesar Rp 31,2 milyar, atau selisih Rp 3,2 milyar.

Dana, selisih itu. Ternyata, pendapatan hibah tahun 2019 pada Tujuh (7) OPD, seperti Pendapatan hibah tanah di Dinas Sosial nilai perolehan Rp 127 juta, serta Pendapatan hibah dari Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, berupa vaksin dan Obat – obatan yang diterima Dinkes Muratara, Selain itu, Pendapatan hibah tanah yang diberikan ke Disprindakop Muratara nilai perolehan Rp 1,7 milyar dan Dinas lainya.

Kepala Disprindakop Muratara, Syamsu Anwar, sewaktu dimintai tanggapan soal dinasnya mendapatkan hibah tanah, dia membantah keras pernyataan itu tidak benar.

“Dipastikan, Kadis bahwa Disprindakop Muratara tidak pernah dapat hibah tanah, senilai itu,” saran, Syamsu Anwar, coba ditanyakan ke Bidang Asset BKD Muratara.

Pernyataan, ini juga dibantah Kabid Aset BKD Muratara, Rijaludin. Saya tidak tahu soal pendapatan tanah, itu tugas Kabid Anggaran yang mengelolah pendapatan sebab masih dalam proses dan belum jadi aset.

“Setahu, dirinya soal Pendapatan tanah itu wewenangnya Kabid Anggaran, yaitu pak Izhar Rusdi,” ungkapnya. Hari yang sama, Rabu (12/8) Menurut, Izhar Rusdi, dirinya juga tidak paham tentang Pendapatan yang dimaksud itu tugasnya Kabid Aset.

“Soal, pendapatan hibah tanah. Akuinya, itu Bidang Aset, dan Dirinya tidak tahu,” ucap Kabid Anggaran. (Toding Sugara)

Pos terkait