Muratara Tambah 5 Advokat Hadapi PT.Ahba Mulia

  • Whatsapp

MURATARA | LINGGAUUPDATE.COM —Sidang mediasi antara PT Ahba Mulya dan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara di Pengadilan Negeri Lubuklinggau terus berlanjut. Sidang gugatan sebesar 1,3 Miliar yang di tuntut PT Ahba Mulia terhadap Pemkab Muratara kembali ditunda minggu depan. Kamis (11/7).

Sidang mediasi sempat beberapa kali ditunda, pasalnya tergugat selaku kuasa prinsifal tidak membawa surat kuasa dari Bupati Musi Rawas Uta Syarif Hidayat.

Sebelumnya, Kamis (13/6) Pokja Pemilihan III Kabupaten Musi Rawas Utara, Yogi CS mendapat teguran keras dari Hakim Ferdinaldi Bonodikun SH. MH. Hakim mempertanyakan kafasitas tergugat Yogi CS yang tidak didampingi kuasa hukum dan tidak membawa surat kuasa prinsifal.

Selanjutnya Bupati Syarif kembali mengutus Kepala Dinas PU PR, Erdius Lantang untuk mediasi. Namun hal yang sama, Erdius Lantang tidak diterima oleh Hakim mediasi karena tidak membawa Surat Kuasa dari Bupati.

Menurut Gress Selly, kuasa hukum PT Ahba Mulya pesimis mediasi hari ini (11/7) akan mencapai kesepakatan. Gres yakin akan menemui kebuntuhan.

“Saya prediksi 75 % mediasi kali ini tidak akan mencapai kesepakatan, ini
terlihat dari tidak adanya itikat dari Pemkab untuk mencari solusi terbaik. Sepertinya 9 JPN dari Kejari Lubuklinggau masih kurang, Pemkab Muratara kembali menambah 5 advokat dari LBH Muratara”, kata Gress tersenyum penuh arti.

Pada waktu yang sama, Sony selaku pemerhati yang selalu memantau setiap sidang mediasi di Pengadilan Negeri Lubukinggau mengatakan.

“Sepertinya Pemkab Muratara tidak yakin dengan kapabilitas JPN Kejari Lubuklinggau, maka nya menambah 5 advokat dari LBH Muratara untuk menunjukkan power nya”, cakap Sony.

Lanjutnya, jika ragu dengan kapabilitas JPN Lubuklinggau “jangan cari gratis jika ingin memenangkan gugatan” sewa advokat ternama dari luar, canda Sony. (TIM)

Pos terkait