Nota “Palsu” Ratusan Juta, Oknum Pejabat RSUD Rupit Berpotensi Tersangka

  • Whatsapp

MURATARA | LINGGAUUPDATE.COM —PERSOALAN lain terus bergulir, kali ini pihak Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau, ungkap kasus terbaru. Terkait nota “Palsu” senilai ratusan juta atas belanja bahan bakar Ganset di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), dan berpotensi bakal ada penetapan tersangka, Jumat (2/8/2019).

Baru – baru ini, Rabu (31/7). Direktur RSUD Rupit, Herlina, bersama Mantan Bendahara Pengeluara RSUD Rupit,Kusumawati, serta Wahid, berserta Mantan Direktur RSUD Rupit, Jery. Telah memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan guna dilakukan Pemeriksaan secara inten atas dugaan pemalsuaan tandatangan salah satu Oknum Pejabat RSUD Rupit, pada dokumen laporan SPJ atau Surat Pertangunggjawaban dan setelah status kasus ini dinaikan ke tingkat Penyidikan yang tidak lama lagi bakal ada penetapan tersangka.

Setelah status kasus ditingkatkan ke Penyidikan, disaat bergulirnya pemeriksaan tim Penyidik Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, telah mengungkap permasalahan baru terkait dugaan Nota “Palsu” pada Belanja Bahan Bakar Minyak Jenset bernilai ratusan juta, dengan mengatasnamakan nota salah satu SPBU di Muratara.

Hari yang sama, Penyidik Kejaksaan juga melakukan pemeriksaan kepada Hamka, selaku saksi dari pihak SPBU Rupit.

Kepada awak media, Hamka, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap dirinya guna dimintai keterangan sebagai saksi atas nota belanja bahan bakar senilai ratusan juta yang mengatasnamakan nota SPBU ditempat dia bekerja.

“Setahu saya, itu nota Palsu, sebab pihaknya tidak pernah ada Nota seperti itu,” beber Hamka.

(Zal)

Pos terkait