Pembangunan Jalan Setapak Petanang Ulu Diduga Asal Jadi

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM— Pembangunan Jalan Setapak yang berada Di Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau Diduga asal jadi. Senin (10/8/2020)

Pasalnya, baru satu bulan jalan setapak tersebut selesai dibangun, sudah terlihat semen di permukaan jalan mengelupas dan bebatuan krikil juga tampak sudah mulai keluar.

Dari pantauan lapangan awak media, terlihat jelas jalan setapak untuk menuju wisata Dam Nol atau jalan yang biasa sehari-hari digunakan warga setempat untuk ke kebun sudah mulai rusak.

Pada bagian pinggir sebelah kanan jalan, juga terlihat adanya 4 titik bangunan Bronjong yang juga baru selesai dibangun, namun pada bangunan Bronjong tersebut, terlihat hanya satu titik yang memakai pipa besi untuk menahan Bronjong tersebut, sementara untuk 3 titik lainnya tidak memakai pipa besi penahan Bronjong.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 3, Amran ketika di wawancarai di kediamannya menjelaskan, jalan stepak tersebut sebelumnya masih tanah dan jalan tersebut adalah akses warga untuk pergi ke kebun.

Dikatakan bahwa dirinya kurang mengetahui masalah bangunan tersebut, karena dirinya tidak di libatkan.

“Saya kurang tau masalah bangunan jalan setapak itu, kerena saya tidak di libatkan dalam pembangunan tersebut, tapi yang saya tau lebar bangunan tersebut 1,80 M, dengan panjang kurang lebih 230 M”,tutur Amran.

Hal senada di ungkapkan Aldi, salah satu warga setempat, yang mengatakan dirinya pernah melihat dan menegur langsung kepada pekerja jalan setapak pada saat proses pembangunan namun mendapat respon yang kurang baik.

Diceritakan Aldi, waktu itu saya pernah menegur pekerja jalan ini, kok banyak sekali pasirnya tapi semen nya sangat sedikit, nanti bangunan jalan ini tidak bertahan lama, tetapi pekerja tersebut malah menjawab, itu urusan kami diamlah kamu, terang Aldi sembari meniru jawab pekerja tersebut.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Petanang Ulu, Ema Juwairah saat di wawancarai melalui via Telpon mengatakan bahwa dirinya kurang tahu dengan bangunan jalan setapak tersebut.

“Bangunan itu aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dengan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau”, jelasnya. *(Syarif)*

Pos terkait