Pemindahan Lokasi Batal, Jika di Paksakan “Tebuang”

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — WACANA Pemerintah daerah Musi Rawas (Mura), memindahkan lokasi pembangunan gedung perpustakaan dari Kecamatan Tugumulyo ke Muara Beliti dibatalkan. Jika, keinginan itu tetap dipaksakan berakhir ada yang bakal dipenjara “Tebuang”.

Hal ini, diungkapkan langsung salah satu sumber di Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA) Mura tidak mau disebutkan mengatakan. Untuk, pemindahan lokasi pembangunan proyek gedung perpustakaan, semula di Desa F Trikoyo berencana dialihkan ke Desa Pedang itu dibatalkan, sebab Dokumen Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) telah final dan sudah diketahui oleh pihak Pusat tidak bisa dirubah kembali.

“Lokasi, bisa dipindahkan sebelum Perubahan RKPD dibahas”. Lanjutnya, dengan adanya wacana pemindahan lokasi, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Pusat dan hasilnya tidak diperbolehkan, bahkan maksukan dari Pemerintah Pusat juga sudah dia sampaikan ke Pemerintah kita.”Secara, mekanisme bertentangan. Jika, pemindahan tetap dilakukan. Akuinya, dia lepas tangan karena akan tebuang,” ujar sumber tepercaya.

Sisi, lain atas wacana pemindahan lokasi tersebut Kepala BAPPEDA Musi Rawas (Mura). Nganti Kasih, ketika di Wawancarai melalui pesan Whats App, terkirim dia tidak bisa memberikan komentar. “Langsung, saja ke Kantor Perpustakaan,” pesanya, Jum’at (16/4/2020).

Informasi, dihimpun Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Mura melalui dana alokasi khusus (DAK) tahun anggaran 2021 telah Mengalokasikan dana sekitar Rp.9,6 milyar untuk Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan.

Melalui, lelang ada 27 Perusahaan terdapat selaku peserta dalam proses ternyata hanya terdapat dua (2) perusahaan melakukan penawaran, diantaranya PT. INNEVO KARYA ANDESINDO dengan nilai tawaran sekitar Rp.9,6 milyar pada Pengumuman ditetapkan sebagai Pemenang tender. Sedangkan, PT. Karya Berkat Agung, dengan nilai tawaran sebesar Rp.9,2 milyar dinyatakan dalam penawaran ternyata dokumen berkas tidak lengkap. (Toding Sugara)

Pos terkait