Penerima Hibah “KTNA” Musi Rawas Berpotensi Tersangka

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — TERKAIT pemberian hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) tahun anggaran 2020 , yang disalurkan kepada Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Musi Rawas berpotensi.”Tersangka”, Jum’at (5/3).

Pasalnya, dana hibah senilai Rp.1,075 milyar dari Pemkab Mura untuk acara Kegiatan Pekan Nasional (PENAS) di Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) diibatalkan oleh Pemerintah Pusat dikarenakan dunia sedang dilanda bencana Covid-19, sehingga Dinas Pertanian dan Peternakan Musi Rawas telah berulangkali melayangkan surat ke KTNA untuk mengembalikan uang tersebut, dan sampai tahun berakhir sebagian uang sekitar lima ratus juta lebih tidak dikembalikan KTNA dan disalahgunakan.

Buntut, dari persoalan ini akhirnya diketahui oleh pihak Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau dan sejumlah pihak yang terlibat sudah diklarifikasi untuk dimintai keterangan oleh Jaksa Penyidik Pidana Khusus (Pidsus), diantaranya sejumlah Oknum KTNA, seperti Catur Handoko, selaku Ketua KTNA Musi Rawas dan Bendahara serta Oknum lainya.

“Uang Rp.1,075 milyar, dalam rekening KTNA di Bank Sumsel Babel tak bersisa atau dikuras habis oleh KTNA dengan mengunakan tiga koper”. Informasi beredar di Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau, dalam perkara ini ada potensi.”Parah, rasoku gara-gara hibah ini, Ketua KTNA berpotensi tersangka”.


Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Willy Ade Chaidir Saat dikonfirmasi membenarkan bahwa saat ini Kejari Lubuklinggau tengah menangani kasus dugaan penyimpangan pada dana hibah KTNA Musi Rawas itu.

“Benar, Pidsus Kejari Lubuk Linggau sedang menangani,” Kata Kajari Lubuklinggau.

Menyikapi hal ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas, Azandri saat dimintai tanggapan nya atas dana hibah KTNA Musi Rawas yang tengah ditangani Kejari Lubuklinggau itu, dirinya turut mendukung dan meminta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau untuk memproses dan jika ditemukan kerugian Negara, maka harus segera dikembalikan.

“Ya harus diproses, duit Negara itu satu sen pun harus jelas, setiap pengeluaran duit Negara harus ada dan harus jelas Pertanggungjawabanya,” Kata Azandri diruangan nya, (1/3).

Terpisah, Catur Handoko, selaku Ketua KTNA Kabupaten Musi Rawas saat diikonfirmasi media, belum bisa berkomentar banyak, dirinya beralasan akan berkoordinasi lebih dulu ke Dinas Pertanian dan Perikanan Musi Rawas.

“Aku, belum bisa jawab mas. Akuinya, dia akan berkoordinasi dulu ke Dinas terkait”.ujarnya

Toding Sugara

Pos terkait