Pengungkapan Setahun Kasus Pungli “Mandek” Seketika

  • Whatsapp

LINGGAU UPDATE — SETELAH lebih setahun Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Lubuk Linggau, menangani perkara pungutan liar (Pungli) dilakukan Oknum Dinas Pendidikan (Disdik) Musi Rawas (Mura). Kini terkesan, “Mandek” alias Jalan ditempat.

Pasalnya, hingga sekarang status perkara belum ada kejelasan, bahkan keterangan didapat dari Kejaksaan membingungkan atau tidak singkron berbeda-beda.

Mantan Kasi Pidsus, Iqbal, terkait Status perkara pungli di Disdik Musi Rawas tahun 2019 menjelaskan, sebelum dirinya berpindah tugas telah melayangkan surat kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sumsel untuk melakukan penghitungan terhadap kerugian atas Pelaksanaan Kegiatan Diklat Penguatan Calon Kepala Sekolah (Cakep) dengan nilai anggaran hampir sembilan ratus juta yang berujung terjadi pemungutan liar.

Benar, perkara pungli sedang menunggu hasil hitung-hitungan dari BPKP”. Sambung dia, pengiriman surat ke BPKP berbarengan dengan tiga perkara diantaranya.”Surat ke BPKP, terkait Perkara Pungli Disdik Musi Rawas bersama Perkara Lelang Jabatan (929) di Muratara, serta Perkara di RSUD Rupit,” ucap mantan Pidsus.

Sementara, keterangan berbeda dari Oknum Kejaksaan Negeri LubukLinggau, bahwa Perkara kasus Pungli di Disdik Musi Rawas saat ini masih menunggu jadwal untuk melakukan expose bersama BPKP Provinsi Sumsel untuk kerjasama menelusuri dan mencari fakta dalam mengumpulkan bukti dan kerugian negara.

“Jadwal Ekpose ke BPKP belum tahu. Akui Jaksa, menunggu perintah atasan”. Lanjut dia, kasus ini sudah seperti benang kusut.”Belarutnya, kasus ini dirinya tidak mengerti dan Ada apa.?,” terangnya, Rabu (24/3). (Toding Sugara)

Pos terkait