Pilkada Usai, Kas Muratara Kelar

  • Whatsapp

LINGGAUUPDATE.COM — SEPEKAN setelah usai pemilihan kepala daerah (Pilkada), berlangsung Puluhan Milyar lebih uang tersimpan di Kas daerah (Kasda) milik Pemkab Musi Rawas Utara (Muratara). “Game Over”, alias kosong.

Hasil penelusuran Media LinggauUpdate.com, infomasi diterima dari sumber tepercaya Oknum Pejabat dilingkungan Pemda Muratara dan nama tidak mau ditulis mengatakan. Total, keseluruan dana masuk sejak Januari sampai Desember tahun 2020 nilai Transfer pusat ke Kas daerah sudah final tanpa pengurangan, diantaranya Dana Desa (DD) sebesar Rp108 milyar dan Dana TPG Tunjangan Guru sebesar Rp 19,1 Milyar.

Untuk, dana alokasi khusus (DAK) reguler dapat Rp 48,6 milyar sedangkan nilai DAK Penugasan Rp 2,8 milyar, dana DAK Afirmasi Rp 10,7 Milyar.

“Total, dana transfer diterima 100 persen”. Jelas, dia Pendapatan tahun 2020 sesuai data final dan tidak ada hambatan.”Saya, pastikan ada Oknum yang memakai uang itu hingga Kas kosong,” ucap Oknum Pejabat Muratara, Selasa (26/1/2021).

Hari sama atas Persolan ini Bupati Muratara, H. Syarif Hidayat, selaku Penangunggjawab APBD di konfirmasi melalui pesan terkirim di WhatsApp nomor.0811-78-0xxx, tidak ada balasan memilih bungkam seribu kata. Hal serupa, juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah (SEKDA) Muratara, Alwi Roham, selaku Ketua Tim Anggaran Pendapatan Daerah atau TAPD juga tidak bersedia memberi keterangan soal penyebab kosongnya Kas daerah dia menyarankan tanya ke BPKAD Muratara.

“Penyebab Kasda kosong, itu Tufoksi BPKAD”. Sambung, Alwi Roham, untuk lebih jelasnya dia menyarakan Media LinggauUpdate.com.”Soal, itu BPKAD Muratara lebih paham darinya,” terang Ketua TAPD Muratara.

Sementara, informasi beredar terdapat beberapa Laporan dalam Surat Pertangunggjawaban (SPJ) diragukan, seperti Alokasi penanganan realisasi laporan belanja Covid-19 Rp 23 milyar ada SPJ senilai Rp 5 milyar diragukan, untuk Alokasi DAK Fisik realisasi dana Rp 65 milyar itu terdapat SPJ janggal senilai Rp 17 milyar.

Sedangkan, untuk Alokasi anggaran DTT senilai Rp 75 milyar terbilang misteri. (Toding Sugara)

Pos terkait